Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Beri Sanksi Presiden Belarus karena Dukung Rusia
Presiden Belarus Alexander Lukashenko. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjatuhkan sanksi kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko karena dianggap mendukung kepentingan perang Rusia di Ukraina.
  • Zelenskyy menuduh lebih dari 3.000 perusahaan Belarus memasok komponen penting untuk produksi senjata Rusia, termasuk rudal yang digunakan menyerang Ukraina.
  • Menanggapi sanksi tersebut, Belarus memanggil pasukan cadangan dan menggelar latihan militer di perbatasan Ukraina dengan alasan meningkatkan kesiapan tempur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan penetapan sanksi kepada Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Langkah ini terkait dukungan Belarus pada kepentingan perang Rusia di Ukraina. 

“Kebijakan baru ini diambil untuk melawan segala bentuk bantuan Lukashenko untuk membunuh rakyat Ukraina. Kiev akan bekerja sama dengan sekutu untuk memastikan mereka menerima dampak global,” terangnya, dikutip dari Novaya Gazeta, Jumat (20/2/2026). 

Tak hanya bersitegang dengan Ukraina, hubungan Belarus dengan Polandia dan Lithuania kian memanas. Ketegangan disebabkan masuknya balon udara untuk menyelundupkan rokok dari Belarus. 

1. Sebut Lukashenko telah membantu Rusia menghindari sanksi

Zelenskyy menyebut bahwa Lukashenko sudah menjual kedaulatan Belarus hanya untuk tetap berkuasa. Menurutnya, presiden Belarus itu bersedia untuk terus membantu Rusia dalam agresinya di Ukraina. 

“Lukashenko adalah sosok yang sudah menjual kedaulatan Belarus untuk melanjutkan kekuasaannya dan membantu Rusia menghindari sanksi global atas agresinya di Ukraina. Sekarang, ia meneruskan partisipasinya dalam memperpanjang perang. Harus ada konsekuensi khusus atas tindakan ini,” tuturnya. 

Presiden Ukraina keenam itu menuding Lukashenko memperbolehkan Rusia mengirimkan alutsista ke Belarus pada akhir 2025. Alat itu digunakan untuk meluncurkan drone ke Ukraina bagian utara. 

2. Tuding perusahaan Belarus menyuplai senjata ke Rusia

Zelenskyy menuding ada lebih dari 3 ribu perusahaan Belarus yang sudah ditugaskan menyuplai peralatan untuk produksi senjata di Rusia. Komponen asal Belarus itu disebut penting dalam produksi rudal yang digunakan di Ukraina. 

Dilansir United24, Zelenskyy memperingatkan adanya pembangunan infrastruktur di Belarus untuk menampung sistem rudal jarak menengah, Oreshnik. Pembangunan ini ancaman besar bukan hanya bagi Ukraina, tapi juga seluruh Eropa. 

3. Belarus panggil komponen cadangan untuk latihan militer di perbatasan Ukraina

Menyusul penetapan sanksi dari Ukraina, Belarus memanggil pasukan komponen cadangan dan melakukan latihan militer di perbatasan Ukraina. Langkah ini dilakukan dengan alasan meningkatkan kesiapan tentara Belarus. 

Pemanggilan komponen cadangan ini menimbulkan pertanyaan sebab Belarus selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat Rusia. Selain itu Belarus juga bersedia menjadi lokasi awal Rusia melancarkan invasi skala besar ke Ukraina pada Februari 2022. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team