Hungaria dan Slovakia Blokir Ekspor Solar ke Ukraina

- Hungaria dan Slovakia menghentikan ekspor solar ke Ukraina sebagai respons atas terhentinya aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba yang memicu ketegangan energi regional.
- Hungaria menuduh Ukraina sengaja menolak pengiriman minyak mentah untuk tekanan politik, sementara Slovakia menahan 250 ribu ton solar untuk kebutuhan domestik.
- Ukraina membantah tuduhan tersebut, menyebut kerusakan pipa akibat serangan Rusia dan menilai Hungaria tidak mengecam agresi terhadap infrastruktur energinya.
Jakarta, IDN Times - Hungaria dan Slovakia memutuskan untuk memblokir ekspor solar ke Ukraina pada Rabu (18/2/2026). Aksi ini sebagai balasan atas putusnya aliran minyak dari Rusia melalui pipa Druzhba.
“Pengiriman solar ke Ukraina dihentikan. Pengiriman solar ke Ukraina tidak akan dilanjutkan hingga Ukraina melanjutkan pengiriman minyak mentah lewat pipa Druzhba ke Hungaria,” terang Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, dikutip dari Euronews.
Beberapa pekan terakhir, Hungaria dan Ukraina terlibat perseteruan. Budapest menuding Kiev sengaja menolak pengiriman minyak mentah untuk menyebabkan krisis energi di negaranya.
1. Hungaria sebut tidak ada masalah teknis di Ukraina

Szijjarto menyebut bahwa Hungaria sudah menerima kabar bahwa tidak ada lagi masalah teknis di pipa Druzhba. Ia menuduh Ukraina sengaja menolak pengiriman minyak Rusia ke negaranya.
“Tujuan dari ini semua adalah pemerasan politik dari Ukraina dan memaksa Hungaria untuk memenuhi permintaan Ukraina. Mereka ingin agar kami mendukung perang dan mengirimkan uang rakyat Hungaria ke Ukraina,” ujarnya, dikutip dari Euractiv.
Menlu Hungaria tersebut mengatakan, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengupayakan krisis suplai minyak di Hungaria. Menurutnya, aksi ini juga berkaitan dengan rencana Ukraina untuk mengintervensi pemilihan umum di Hungaria.
2. Slovakia ikut tangguhkan pengiriman solar ke Ukraina

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico mengumumkan penangguhan ekspor solar ke Ukraina. Dengan ini, Slovakia akan memasukkan ekspor 250 ribu ton solar untuk cadangan.
“Slovnaft sudah menghentikan ekspor solar ke Ukraina dan semua ekspor dan seluruh solar olahan dalam negeri akan dipergunakan dan dipasarkan untuk pasar Slovakia,” ujarnya.
Sementara itu, Hungaria dan Slovakia sudah menyerukan kepada Komisi Eropa untuk memperbolehkan pengiriman minyak mentah asal Rusia lewat Kroasia. Namun, Kroasia juga menolak pengiriman minyak asal Rusia karena melanggar sanksi.
3. Ukraina tepis tuduhan dari Hungaria dan Slovakia
Menanggapi pemblokiran ekspor ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhiy Tykhyi mengatakan bahwa kerusakan terjadi di fasilitas penting pipa Druzhba. Alhasil, tidak mungkin pengiriman minyak mentah lewat pipa tersebut.
Dilansir United24, Ukraina memprotes Hungaria yang justru tidak menentang serangan Rusia ke fasilitas tersebut. Namun, Budapest hanya menyalahkan Kiev atas kerusakan di pipa minyak tersebut. Tykhyi menyebut, Rusia sengaja menargetkan fasilitas minyak milik Ukraina dengan ratusan serangan. Pada 2025, sudah ada 1.339 serangan rudal dan drone terhadap infrastruktur milik Naftogaz.


















