Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengecam serangan Rusia menggunakan rudal antarbenua (ICBM) ke Lviv, dekat perbatasan Polandia dan Uni Eropa (UE). Serangan ini disebut sebagai teror kepada warga sipil di Ukraina dan Eropa.
“Serangan ini membuat empat warga sipil, termasuk seorang dokter tewas dan terdapat puluhan orang yang terluka di ibu kota Kiev menyusul serangan Rusia yang mengerikan kali ini,” terangnya, dikutip dari United24, pada Jumat (9/1/2026).
Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengusulkan agar Amerika Serikat (AS) menculik Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Langkah ini untuk menekan Rusia agar bersedia berunding damai dengan Ukraina.
