Ukraina Minta AS Culik Pemimpin Chechnya, Kenapa?
.jpg)
- Ukraina tetap berkomitmen penyelesaian perang secara damai, namun meminta sekutu Barat untuk menekan Rusia.
- Kadyrov klaim Ukraina terus mengancam wilayahnya dan merencanakan pembunuhan terhadap Zelenskyy.
- Rusia sebut tentara Barat di Ukraina akan menjadi target serangan dan dianggap sebagai intervensi asing yang mengancam Rusia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk menculik Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Menurutnya, penculikan Kadyrov akan mampu menekan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Mereka harus menekan Rusia. Mereka memiliki senjata dan mereka tahu caranya. Ketika mereka benar-benar menginginkannya, mereka akan mencari dan melakukan operasi kepada Kadyrov,” ungkap Zelenskyy, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (8/1/2026).
Sebelumnya, Zelenskyy mengaku bahwa AS tahu yang terbaik untuk menyingkirkan diktator, seperti Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Kiev juga menyebut bahwa operasi militer AS di Venezuela sudah tepat.
1. Ukraina tetap berkomitmen penyelesaian perang secara damai
Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina akan tetap berkomitmen mencapai perdamaian lewat diplomasi. Namun, ia tetap menginginkan sekutu Barat untuk menekan Rusia.
“Apa yang harus kami lakukan jika tidak ada perjanjian damai atau belum ada? Rekan kami tahu semuanya. Mereka akan bergerak cepat. Melihat masih adanya perang di negara di negara mereka sendiri,” ujarnya, dikutip dari United24.
Presiden Ukraina keenam itu menyampaikan, Ukraina masih terus mendorong solusi diplomasi sembari meningkatkan kapabilitas militer. Namun, Ukraina tetap membutuhkan sistem pertahanan untuk mengamankan wilayah udara dari serangan Rusia.
2. Kadyrov klaim Ukraina terus mengancam wilayahnya
Pada Desember 2025, Kadyrov menyebut bahwa Ukraina terus mengancam Chechnya dengan serangan drone. Pernyataan ini dilontarkan usai serangan Ukraina yang mengenai gedung pencakar langit di Grozny.
Dilansir Fox News, Kadyrov mengungkapkan rencana balas dendam dan sedang merencanakan pembunuhan kepada Zelenskyy. Ia mengaku benar-benar serius dengan rencana tersebut.
Sebagai informasi, Kadyrov sudah menjadi pemimpin di Chechnya sejak 2007. Dia dikenal sebagai salah pendukung utama Putin di Chechnya dan bersedia mengirimkan ribuan tentara untuk berperang di Ukraina.
3. Rusia sebut tentara Barat di Ukraina akan menjadi target serangan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow akan memandang pasukan Barat yang dikirim ke Ukraina sebagai target resmi. Menurutnya, pengiriman tentara Barat ke Ukraina tidak akan berujung pada perdamaian jangka panjang.
Dilansir Ukrainska Pravda, ia menyebut, penerjunan tentara dari negara-negara Barat dan pendirian fasilitas militer di Ukraina sebagai intervensi asing. Sebab, pengiriman tentara Barat dianggap sebagai ancaman bagi Rusia.


















