Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Sebut Rusia Diuntungkan dari Pencabutan Sanksi Minyak AS
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)
  • Zelenskyy menilai pencabutan sanksi ekspor minyak AS membuat Rusia cepat menutup defisit anggaran hingga 100 miliar dolar AS berkat lonjakan pendapatan dari penjualan energi.
  • Presiden Ukraina memperingatkan keuntungan sekitar Rp169 triliun dari pencabutan sanksi akan digunakan Rusia untuk memperkuat produksi senjata dan drone dalam perang melawan Ukraina.
  • Dalam pertemuan dengan Emmanuel Macron, Zelenskyy membahas penguatan sanksi terhadap Rusia serta mengapresiasi langkah Eropa mengurangi ketergantungan energi dari Moskow.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperkirakan bahwa Rusia akan mengalami defisit anggaran hingga 100 miliar dolar AS (Rp1.696 triliun). Namun, defisit anggaran tersebut tidak akan terjadi imbas pencabutan sanksi ekspor minyak dari Amerika Serikat (AS). 

“Moskow sudah mendapatkan keuntungan signifikan dari ekspor minyak dalam beberapa pekan. Ini menunjukkan seberapa cepat defisit dapat diturunkan jika pembatasan penjualan energi dilonggarkan,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (16/3/2026).

Beberapa bulan terakhir, Rusia mengalami penurunan ekspor minyak dan gas imbas sanksi Barat. Pada Desember, China dan India yang menjadi pembeli utama mulai beralih untuk menghindari dampak sanksi. 

1. Rusia dapatkan keuntungan Rp169 triliun

potret bendera Rusia (unsplash.com/Sergey Beschastnykh)

Zelenskyy memperingatkan, keputusan AS hanya menguntungkan Rusia. Ia memperkirakan Moskow akan meraup keuntungan 10 miliar dolar AS (Rp169 triliun) yang digunakan untuk perang di Ukraina. 

“Hanya satu pencabutan sanksi dari Amerika akan memberikan keuntungan kepada Rusia sekitar Rp169 triliun. Ini jelas tidak akan membantu perdamaian di Ukraina,” katanya. 

Menurutnya, Rusia akan menggunakan dana tersebut untuk mendorong produksi senjata. Mereka akan memproduksi drone secara massal untuk melancarkan serangan ke Ukraina. 

2. Hanya serangan Ukraina yang mencegah Rusia dapat keuntungan

potret bendera Ukraina (pexels.com/Peter Muscutt)

Zelenskyy menyebut, tidak adanya sanksi untuk Rusia akan berdampak besar. Sebab, kini hanya serangan udara Ukraina yang mencegah Rusia mendapatkan keuntungan. 

“Serangan ke dalam teritori Rusia, terutama industri pertahanan dan sektor minyak tentu sudah bekerja dengan baik. Kami paham kekalahan mereka, tapi aksi seperti ini tidak cukup,” jelasnya, dilansir Ukrinform

3. Ukraina bicarakan sanksi Rusia dengan Eropa

potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (flickr.com/President Of Ukraine via commons.wikimedia.org/President Of Ukraine)

Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Zelenskyy mengaku sudah mendiskusikan soal sanksi ke Rusia. Ia meminta agar negara-negara Eropa ikut membantu menghalangi armada kapal bayangan Rusia. 

Namun, Zelenskyy mengapresiasi negara-negara Eropa yang berhasil keluar dari ketergantungan energi dari Rusia. Keputusan Eropa untuk mengurangi impor minyak dari Rusia membuatnya lebih bebas dari intimidasi Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team