Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperkirakan bahwa Rusia akan mengalami defisit anggaran hingga 100 miliar dolar AS (Rp1.696 triliun). Namun, defisit anggaran tersebut tidak akan terjadi imbas pencabutan sanksi ekspor minyak dari Amerika Serikat (AS).
“Moskow sudah mendapatkan keuntungan signifikan dari ekspor minyak dalam beberapa pekan. Ini menunjukkan seberapa cepat defisit dapat diturunkan jika pembatasan penjualan energi dilonggarkan,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (16/3/2026).
Beberapa bulan terakhir, Rusia mengalami penurunan ekspor minyak dan gas imbas sanksi Barat. Pada Desember, China dan India yang menjadi pembeli utama mulai beralih untuk menghindari dampak sanksi.
