Kepulan asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali menyusul serangan Iran yang dilaporkan terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab pada 1 Maret 2026. Ledakan baru terdengar di seluruh kota-kota Teluk Dubai, Doha, dan Manama pada Minggu pagi setelah sehari sebelumnya Iran melakukan serangan di wilayah tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. (FADEL SENNA/AFP)
Konflik Pakistan dan Afghanistan juga menambah daftar warga Timur Tengah yang terpaksa mengungsi. Konflik Pakistan-Afghanistan sendiri dipicu oleh serangan udara besar-besaran yang dilakukan Pakistan ke beberapa wilayah di Afghanistan, seperti Kabul, Kandahar, dan Paktia, pada pekan lalu.
Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, serangan itu ditujukan kepada milisi Taliban yang ada di ketiga wilayah tadi. Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengklaim setidaknya 133 pasukan Taliban tewas dalam serangan tersebut. Sementara itu, 200 anggota Taliban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Imbas konflik ini, sekitar 3.000 warga Pakistan dan 115 ribu warga Afghanistan terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman.
Sebagai informasi, konflik di Timur Tengah saat ini juga sudah menyebar ke beberapa negara, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab. Ini terjadi karena Iran berupaya melakukan serangan balasan ke markas militer AS yang ada di negara-negara tersebut.
Menurut UNHCR, konflik yang terjadi antara Iran, AS, dan Israel ini juga akan menambah jumlah warga Timur Tengah yang mengungsi. Sebab, jika perang antara ketiga negara terus terjadi, Kawasan Timur Tengah menjadi semakin tidak aman sehingga memaksa warga mengungsi untuk mencari tempat aman.