Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Emirat Arab Siap Kirim Pasukan untuk Buka Selat Hormuz
potret bendera Uni Arab Emirat (unsplash.com/Saj Shafique)
  • UEA menyatakan siap kirim pasukan bersama negara Eropa untuk membuka dan amankan Selat Hormuz dari Iran, demi kelancaran jalur perdagangan minyak global.
  • Inggris akan memimpin operasi gabungan dengan mengerahkan kapal perang tercanggih dan teknologi angkatan laut modern untuk memastikan keamanan Selat Hormuz.
  • Iran telah memberi izin terbatas bagi beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand berlayar di Selat Hormuz, namun tetap menutup akses bagi AS dan Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap mengirim pasukan untuk membuka dan mengamankan Selat Hormuz dari Iran. Kabar itu disampaikan oleh sumber internal Pemerintah UEA pada Jumat (27/3/2026).

Menurut sumber tersebut, UEA bersama negara-negara Eropa lainnya akan segera mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Namun, tidak dijelaskan kapan mereka akan mengirim kapal perang ke selat tersebut. 

1. UEA bersama negara lainnya telah menyatakan kesetujuan mengirim pasukan ke Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Sebelum ini, UEA bersama lebih dari 30 negara lainnya, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia telah menyatakan siap melakukan operasi gabungan untuk membuka dan mengamankan Selat Hormuz. Kesiapan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu. Inggris berperan sebagai pionir yang membuat pernyataan tersebut. 

Langkah ini dilakukan agar kapal dagang, terutama kapal minyak bisa kembali berlayar di Selat Hormuz dengan bebas. Jika kapal minyak bisa berlayar di selat tersebut, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan lancar. Jika pasokan lancar, maka harga minyak global akan menurun sehingga krisis energi seperti yang kini sedang terjadi bisa segera teratasi. 

2. Inggris siap memimpin operasi gabungan untuk membuka Selat Hormuz

potret bendera Inggris (unsplash.com/David Clode)

Pemerintah Inggris pada Selasa (24/3/2026) juga sudah menyatakan siap memimpin operasi gabungan untuk membuka Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran. Inggris juga berjanji akan mengirim kapal-kapal angkatan laut tercanggih yang mereka punya untuk menjalankan operasi tersebut. 

"Kami memiliki kemampuan terdepan di dunia dalam hal perburuan ranjau otonom dan kemampuan kapal perusak yang fantastis dengan Tipe 45 kami. Kami juga memiliki pengembangan konsep angkatan laut hibrida yang memberi kami peluang untuk menghindari membahayakan orang demi membantu mengamankan selat," bunyi pernyataan resmi angkatan laut Inggris pada Selasa (24/3/2026), seperti dilansir Anadolu Agency

3. Iran sudah mengizinkan kapal dari sejumlah negara untuk berlayar di Selat Hormuz

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Saat ini, Iran sebetulnya sudah mengizinkan kapal dari sejumlah negara untuk berlayar di Selat Hormuz. Namun, Iran tetap menutup selat tersebut untuk Amerika Serikat dan Israel karena mereka merupakan negara yang memicu terjadinya perang.

Beberapa negara yang sudah mengantongi izin Iran agar kapalnya bisa berlayar di Selat Hormuz adalah Malaysia dan Thailand. Kedua negara tersebut mendapatkan izin usai melobi Pemerintah Iran beberapa waktu lalu.

Namun, seorang pejabat AS mengatakan Iran saat ini masih menutup Selat Hormuz. Sebab, menurutnya, negara mayoritas Islam Syiah tersebut masih memasang banyak ranjau di sekitar selat tersebut. Ranjau-ranjau ini tentu akan berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas di sana. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team