Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Jakarta, IDN Times - Video yang menampilkan seorang dokter di China meninju pasien saat operasi telah memicu kemarahan di dunia maya. Pihak berwenang kini sedang menyelidiki insiden tersebut.

Meski peristiwa itu terjadi pada Desember 2019, namun videonya menjadi viral di media sosial pekan ini. Dalam video tersebut, terlihat sang dokter meninju wajah pasiennya sebanyak tiga kali saat melakukan operasi mata.

Kelompok induk rumah sakit tersebut, Aier China, mengatakan insiden itu terjadi di rumah sakit mereka di Guigang, sebuah kota di barat daya China. Pihaknya telah memberhentikan dokter bedah tersebut dan juga memecat CEO rumah sakit.

1. Pasien adalah seorang perempuan berusia 82 tahun

Aier China, yang mengoperasikan jaringan rumah sakit mata, mengatakan bahwa pasien merupakan seorang perempuan berusia 82 tahun. Selama operasi, ia disebut mengalami intolerasi karena anestasi lokal, sehingga menggerakkan kepala dan bola matanya beberapa kali.

Lantaran pasien hanya dapat berbicara dalam bahasa lokal dan tampaknya tidak mengerti peringatan dokter dalam bahasa Mandarin, ahli bedah tersebut memperlakukan pasien dengan kasar. Pihak berwenang setempat mengatakan, pasien itu menderita memar di dahinya, dilansir BBC.

2. Rumah sakit hanya meminta maaf dan membayar Rp1 juta sebagai kompensasi

Putra pasien mengatakan kepada media lokal bahwa setelah operasi, manajemen rumah sakit meminta maaf dan membayar kompensasi sebesar 500 yuan (sekitar Rp1 juta). Ia juga mengatakan, ibunya kini mengalami kebutaan pada mata kiri, meski tidak jelas apakah hal itu disebabkan oleh kejadian tersebut.

Aier China mengungkapkan, staf rumah sakit tidak melaporkan kejadian itu ke kantor pusat.

Pada Kamis (21/12/2023), perusahaan induk tersebut mengumumkan bahwa mereka telah memecat CEO rumah sakit Guiyang dan memberhentikan dokter bedah, yang juga merupakan pimpinan di fasilitas kesehatan itu.

3. Video diunggah oleh salah satu dokter terkenal di China

Meskipun insiden sudah berlangsung 3 tahun lalu, kejadian itu baru menjadi perhatian publik pekan ini setelah seorang dokter terkemuka di China, Ai Fen, membagikan rekaman CCTV dari operasi tersebut ke media sosial.

Ai mengunggah video itu di akun Weibo-nya, tempat ia memiliki lebih dari 2 juta pengikut. Ia termasuk di antara sekelompok dokter yang memperingatkan masyarakat tentang awal wabah Covid di Wuhan.

Ai telah terlibat dalam perselisihan hukum dengan Aier China sejak 2021, ketika dia menjalani operasi di salah satu rumah sakit mereka. Dia mengaku salah satu matanya hampir mengalami kebutaan akibat operasi tersebut, namun Aier China membantah tuduhan itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorFatimah