Raker Menlu RI dengan Komisi I DPR RI (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Raker ini diwarnai dengan cecaran pertanyaan anggota Komisi I DPR yang bertanya terkait posisi duta besar yang kosong di sejumlah negara. Anggota Komisi I dari NasDem, Amelia Anggraeni, bilang posisi dubes AS dan PBB adalah krusial. Menurut dia, tidak bisa dua pos ini dibiarkan kosong kelamaan.
"Padahal Washington dan New York adalah simpul penting dalam diplomasi global," kata Amelia.
Menurut Amalia, kekosongan terlalu lama akan menghambat diplomasi Indonesia dengan AS. Ia mendesak agar 2 pos dubes ini segera diisi. "Kekosongan ini dapat berisiko melemahkan diplomasi strategis Indonesia di tengah perubahan geopolitik yang cepat," kata Amelia.
Kursi Duta Besar Indonesia untuk AS kosong setelah Rosan Roeslani menyelesaikan tugasnya pada 17 Juli 2023.
Jabatan Perwakilan Tetap Indonesia di PBB sebelumnya dijabat Arrmanatha Nasir. Mantan juru bicara kementerian luar negeri itu diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Menteri Luar Negeri pada Oktober 2024.
Menjawab hal tersebut, Sugiono mengakui posisi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa begitu penting. Namun, Sugiono mengatakan pencarian sosok untuk mengisi pos yang kosong dua tahun itu tidak mudah.
“Saya kira ini kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung cepat dan smooth,” kata Sugiono. Ia menuturkan, dalam satu dua hari ini kemungkinan sudah ada surat ke DPR mengenai kandidat duta besar AS hingga PBB.