potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Ini merupakan ke sekian kalinya Iran mengirim proposal perdamaian baru ke AS. Sebab, sebelumnya, Iran tercatat sudah beberapa kali mengirim proposal ke AS. Namun, semua proposal tersebut kerap ditolak mentah-mentah oleh Trump.
Pada 3 Mei lalu, misalnya, Iran mengirim proposal perdamaian ke AS lewat perantara Pakistan. Dalam proposal tersebut, Iran mengajukan 14 tuntutan yang harus dipatuhi oleh AS. Salah satunya adalah penghentian perang dalam waktu 30 hari. Selain itu, Iran juga meminta AS mencabut sanksi ekonomi yang diberikan terhadapnya.
Menurut salah satu negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, semua tuntutan tadi diajukan karena menyangkut nasib seluruh warga Iran. Oleh karena itu, Iran mendesak AS untuk segera menyetujui semua tuntutan tersebut agar perang bisa berakhir.
Sayangnya, proposal perdamaian dari Iran tadi ditolak mentah-mentah oleh Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyebut proposal tersebut sama sekali tidak dapat diterima.