Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Sebut AS Bakal Segera Akhiri Perang Lawan Iran, Sinyal Damai?

Trump Sebut AS Bakal Segera Akhiri Perang Lawan Iran, Sinyal Damai?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mengakhiri perang dengan Iran karena Iran disebut sudah lelah dan bersedia menghentikan program senjata nuklirnya.
  • Trump mengklaim AS telah menang telak atas Iran, namun laporan intelijen menunjukkan cadangan rudal Iran masih tersisa sekitar 70 persen dan kekuatan militernya cepat pulih.
  • Laporan intelijen menyebut Iran berencana memakai cadangan rudalnya untuk memperkuat blokade di Selat Hormuz dan menyerang kapal yang melanggar wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya akan segera mengakhiri perang dengan Iran. Sebab, menurutnya, Iran kini sudah kewalahan berperang dengan AS. Trump juga menyebut Iran sudah bersedia menghentikan program senjata nuklirnya agar bisa segera berdamai dengan Negeri Paman Sam. 

"Kita akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka (Iran) sangat ingin membuat kesepakatan. Mereka sudah lelah dengan ini. Saya pikir, kita akan segera menyelesaikan itu dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mudah-mudahan, kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik," kata Trump di Gedung Putih pada Selasa (19/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Trump mengklaim AS menang telak atas Iran

Donald Trump sedang berada di sebuah acara.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa AS sudah menang telak atas Iran. Sebab, semua serangan AS yang dilakukan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu sudah melenyapkan semua senjata yang mereka miliki. Oleh karena itu, menurut Trump, Iran kini sudah benar-benar kehabisan tenaga untuk berperang melawan AS.

“Militer kita adalah yang terhebat di dunia. Kita telah melenyapkan angkatan laut mereka (Iran). Angkatan udara mereka telah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka telah lenyap. Semua material yang mereka gunakan untuk peperangan telah hilang. Saya tidak ingin mengatakan para pemimpin mereka telah tiada karena itu tidak pantas, tetapi itulah kenyataannya,” kata Trump. 

2. Cadangan rudal Iran masih tersisa 70 persen

Rudal Iran.
potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Namun, klaim Trump tadi berbanding terbalik dengan laporan intelijen AS. Sebab, faktanya, cadangan senjata Iran kini masih tersisa cukup banyak. Cadangan senjata itu diprediksi masih cukup untuk melanjutkan perang melawan AS dan Israel.

Berdasarkan laporan intelijen AS pada 12 Mei, Iran masih punya cadangan rudal sebesar 70 persen. Intelijen AS menambahkan, Iran kini juga sudah membangun kembali 30 dari 33 situs penyimpanan rudal yang rusak imbas serangan AS dan Israel. Ini membuktikan bahwa kecepatan pemulihan kekuatan militer Iran setelah diserang AS dan Israel pada 28 Februari berjalan sangat cepat.     

3. Iran akan menggunakan cadangan rudalnya untuk meningkatkan blokade Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Menurut intelijen AS, Iran akan menggunakan seluruh cadangan rudalnya untuk meningkatkan blokade di Selat Hormuz. Jadi, Iran bakal menggunakan rudalnya untuk menyerang kapal dari negara mana pun yang berupaya melanggar blokade di selat tersebut, termasuk kapal dari AS.

Sejumlah pejabat AS menduga Iran telah memanfaatkan momen gencatan senjata untuk memproduksi lebih banyak rudal. Sebab, menurut mereka, waktu gencatan senjata yang diberikan AS kepada Iran sangat cukup untuk membangun kembali persediaan rudal dan senjata mereka.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More