Jakarta, IDN Times - Pasukan angkatan laut Amerika Serikat dilaporkan telah menemukan sepuluh ranjau yang ditebar Iran di sekitar Selat Hormuz. Kabar tersebut termuat dalam laporan CBS yang mengutip keterangan sejumlah pejabat AS pada Rabu (20/5/2026).
Angkatan Laut AS Temukan 10 Ranjau Iran di Selat Hormuz

- Angkatan Laut AS menemukan sepuluh ranjau buatan Iran di Selat Hormuz, terdiri dari tipe Maham 3 dan Maham 7 yang dilengkapi sensor pendeteksi kapal.
- Penemuan ini bagian dari operasi panjang AS sejak April untuk membersihkan ranjau Iran demi menjaga keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.
- Iran masih memblokade Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS-Israel dan ketegangan diplomatik terkait proposal perdamaian serta program nuklirnya.
Angkatan laut AS berhasil menemukan ranjau Iran di Selat Hormuz berkat penyelidikan yang dilakukan intelijen AS. Mereka dilaporkan telah melakukan penyelidikan di Selat Hormuz selama beberapa hari terakhir untuk menemukan ranjau laut yang dipasang Iran di sana.
1. Ranjau yang ditemukan AS terdiri dari ranjau Maham 3 dan Maham 7

Sepuluh ranjau yang ditemukan angkatan laut AS di Selat Hormuz terdiri dari ranjau Maham 3 dan ranjau Maham 7. Semua ranjau tersebut diproduksi secara mandiri oleh angkatan bersenjata Iran. Ranjau Maham 3 adalah salah satu jenis ranjau laut Iran yang bisa merusak kapal. Dilansir Jerusalem Post, ranjau ini memiliki sensor khusus untuk mendeteksi keberadaan kapal yang berlayar di dekatnya.
Sementara itu, ranjau Maham 7 atau yang biasa disebut sticking mine merupakan jenis ranjau yang dipasang di dasar laut. Sama seperti Maham 3, ranjau Maham 7 juga punya sensor khusus untuk mendeteksi kapal di sekitarnya.
2. AS berupaya membasmi ranjau Iran di Selat Hormuz

Penemuan ranjau ini merupakan salah satu upaya AS untuk membasmi semua ranjau Iran di Selat Hormuz. Sebab, ranjau-ranjau tersebut sangat berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas di sana.
AS sudah melakukan operasi pembasmian ranjau Iran selama berminggu-minggu sejak April lalu. Langkah ini dilakukan karena AS ingin kapal-kapal bisa berlayar di Selat Hormuz dengan aman tanpa ancaman ranjau Iran.
Iran sendiri memasang banyak ranjau laut sebagai upaya mereka untuk menguasai Selat Hormuz. Terlebih, Iran kini juga masih memblokade salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.
3. Iran masih memblokade Selat Hormuz sebagai balasan terhadap AS

Iran sendiri mulai memblokade Selat Hormuz sejak 28 Februari. Blokade ini dilakukan sebagai balasan atas serangan AS dan Israel di Ibu Kota Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pada 17 April, Iran sebetulnya sudah membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sebagai balasan karena AS bersedia menyetujui gencatan senjata. Namun, sehari setelahnya, Iran memutuskan untuk menutup lagi selat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes Iran karena AS tetap memblokade semua pelabuhan miliknya meski sudah ada gencatan senjata.
Sebetulnya, Iran sudah bersedia untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesediaan itu tertuang dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS lewat Pakistan pada 26 April. Sayangnya, Trump tidak puas dengan proposal tersebut. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program senjata nuklir milik Iran. Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS daripada hanya membuka Selat Hormuz.


















