Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Israel Gelar Demonstrasi Tolak Perang Melawan Iran
bendera Israel (pexels.com/Leonid Altman)
  • Ratusan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv dan Haifa menolak perang melawan Iran, didukung oleh sejumlah organisasi sayap kiri seperti Standing Together dan Peace Now.
  • Polisi menangkap 18 demonstran dalam aksi tanpa izin resmi itu, dengan alasan pelanggaran ketertiban umum di tengah larangan kerumunan besar selama masa perang.
  • Meskipun protes makin ramai, survei Israel Democracy Institute menunjukkan 78 persen warga Yahudi Israel masih mendukung perang terhadap Iran, meski penolakan meningkat menjadi 11,5 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratusan warga Israel menggelar demonstrasi menentang perang terhadap Iran pada Sabtu (28/3/2026). Aksi ini berlangsung di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Sejumlah mantan anggota parlemen dan organisasi sayap kiri terkemuka turut bergabung dalam demonstrasi tersebut, termasuk Standing Together, Peace Now dan Women Wage Peace.

“Ini sudah 4 minggu sejak perang dimulai, dan tidak ada yang tahu apa tujuannya,” kata Yoram, seorang pemandu wisata berusia 52 tahun yang menolak menyebutkan nama belakangnya, dalam demonstrasi di Tel Aviv, dikutip dari France24.

1. Sebanyak 18 orang ditangkap dalam unjuk rasa

ilustrasi penangkapan (pexels.com/Servet photograph)

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara demonstran dan polisi selama unjuk rasa. Sedikitnya 13 orang ditangkap di Tel Aviv dan lima lainnya ditangkap di Haifa. Polisi mengatakan pengunjuk rasa mengganggu ketertiban umum dan tidak mematuhi instruksi petugas.

Sementara itu, para penyelenggara dari kelompok aktivis Yahudi-Arab Standing Together menyatakan polisi diinstruksikan untuk melakukan penangkapan dan membungkam perbedaan pendapat. Mereka menyebut pemerintah takut terhadap meluasnya gerakan protes.

2. Demonstrasi tersebut tidak mendapat izin resmi

serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Seorang juru bicara dari salah satu kelompok penyelenggara mengatakan bahwa protes tersebut tidak mendapat izin resmi. Berdasarkan pedoman keamanan masa perang, Israel melarang pertemuan atau kerumunan yang dihadiri lebih dari 50 orang, mengingat negara itu tengah menghadapi serangan rudal dan misil hampir setiap hari dari Iran dan Lebanon.

Konflik baru di Timur Tengah ini meletus ketika Israel dan Amerika (AS) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang turut menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Perang semakin meluas setelah kelompok Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman bergabung dengan Iran untuk menyerang Israel. Konflik ini telah menyebabkan ribuan orang tewas, memaksa jutaan warga mengungsi dan mengguncang perekonomian global.

3. Dukungan publik terhadap perang melawan Iran masih tinggi di Israel

warga Israel mengungsi di tempat perlindungan bom (https://www.flickr.com/people/45644610@N03, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari The New Arab, protes mingguan terhadap perang Israel-AS terhadap Iran telah berlangsung di Tel Aviv dan kota-kota besar lainnya. Aksi ini awalnya hanya menarik puluhan peserta, tapi jumlahnya terus bertambah seiring waktu.

Meski begitu, dukungan publik terhadap perang melawan Iran masih tetap tinggi di Israel. Hasil jajak pendapat yang diterbitkan oleh Israel Democracy Institute pada Jumat (27/3/2026) menunjukkan bahwa 78 persen warga Yahudi Israel mendukung perang tersebut. Namun, jumlah mereka yang menolak perang telah meningkat dari 4 persen pada awal Maret menjadi 11,5 persen saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team