Iran Ancam Serang Universitas AS dan Israel di Timur Tengah

- Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang universitas milik AS dan Israel di Timur Tengah sebagai balasan atas dugaan serangan terhadap kampus-kampus Iran di Teheran.
- IRGC memperingatkan staf dan mahasiswa di universitas AS-Israel untuk mencari tempat aman serta mendesak kedua negara menghentikan serangan ke institusi pendidikan Iran.
- Ketegangan perang antara Iran, AS, dan Israel terus meningkat dengan ribuan korban jiwa, sementara beberapa kampus AS di Timur Tengah beralih ke pembelajaran daring demi keamanan.
Jakarta, IDN Times - Iran mengancam akan menyerang universitas milik Amerika Serikat yang beroperasi di Timur Tengah. Selain itu, mereka juga mengancam akan menyerang kampus-kampus milik Israel.
Menurut laporan Tasnim yang dikutip Jerusalem Post pada Minggu (29/3/2026), ancaman ini dilontarkan karena AS dan Israel diduga telah menyerang sejumlah universitas ternama Iran di Teheran pada Jumat (27/3/2026) dan Sabtu (28/3/2026). Salah satunya adalah University of Science and Technology.
"Amerika Serikat harus menyadari bahwa semua universitas Amerika dan Israel yang terletak di wilayah Asia Barat akan menjadi target yang sah sampai dua universitas diserang sebagai pembalasan atas universitas-universitas Iran yang dihancurkan," bunyi pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
1. IRGC minta AS-Israel hentikan serangan ke universitas di Iran

Dalam pernyataannya, IRGC mengingatkan seluruh staf, mahasiswa, dan warga sipil yang tinggal di sekitar universitas AS dan Israel di Timur Tengah untuk segera mencari tempat aman. Ini dilakukan agar mereka selamat jika Iran benar-benar melakukan serangan.
IRGC juga mendesak AS dan Israel untuk berhenti menyerang kampus-kampus yang ada di Iran. Jika tidak, Iran tidak akan segan-segan melakukan serangan ke kampus AS dan Israel di seluruh Timur Tengah.
“AS harus menghentikan pasukan sekutunya dari menyerang universitas dan pusat penelitian. Jika tidak, ancaman tersebut tetap berlaku dan akan dilaksanakan," lanjut pernyataan IRGC.
2. AS punya berbagai kampus di Timur Tengah

Sebagai informasi, AS memang punya banyak universitas yang beroperasi di Timur Tengah. Beberapa di antaranya, seperti Texas A&M University di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab.
Sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di kampus-kampus AS di Timur Tengah terganggu. Bahkan, beberapa kampus memutuskan untuk melakukan KBM secara daring. Ini bertujuan untuk menghindari bahaya perang yang sedang terjadi.
3. Perang antara Iran dengan AS dan Israel makin panas

Hingga saat ini, perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut. Bahkan, AS kini juga berencana untuk melakukan serangan darat besar-besaran terhadap Iran.
Untuk mengakhiri perang, beberapa waktu lalu, Presiden AS, Donald Trump, sudah memaksa Iran untuk menyerah. Sebab, menurutnya, Iran sudah kalah secara militer. Namun, Iran hingga kini masih menolak untuk menyerah.
Sejauh ini, serangan AS dan Israel di Iran telah menewaskan setidaknya 1.443 orang. Dari jumlah tersebut, 217 di antaranya merupakan anak-anak.
“Anak-anak dibunuh di sekolah. Laki-laki tewas di pos pemeriksaan saat mereka mencoba memindahkan keluarga mereka. Perempuan dibunuh saat mengantre untuk mendapatkan roti. Petugas medis dibunuh saat menanggapi keadaan darurat,” kata Wakil Direktur Human Rights Activists (HRA) di Iran, Skylar Thompson, kepada Washington Post.


















