Jakarta, IDN Times - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kemungkinan telah dimulai sejak Januari 2026. Hal ini memberikan virus banyak waktu untuk menyebar sebelum akhirnya terdeteksi.
Sejak wabah tersebut teridentifikasi pada pertengahan Mei lalu, strain Bundibugyo telah menyebabkan 344 kasus Ebola terkonfirmasi, termasuk 60 kematian, di DRC. Sementara itu, negara tetangganya, Uganda, mencatat 15 kasus terkonfirmasi dengan satu korban jiwa.
"Wabah ini sudah lebih dulu menyebar secara luas, dan kami masih tertinggal. Namun, di bawah kepemimpinan pemerintah DRC, kami mulai mengejar ketertinggalan tersebut," kata Tedros. Ia menambahkan bahwa pusat-pusat perawatan kini tengah dibangun di seluruh provinsi Ituri, yang paling terdampak parah Ebola, dilansir dari The Guardian.
