Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yunani Jadi Tujuan Pensiun Terbaik 2026, Segini Biaya Hidupnya!
ilustrasi Yunani, Eropa (unsplash.com/Jeroen den Otter)
  • Yunani menempati peringkat pertama International Living 2026 Global Retirement Index, didukung biaya hidup relatif 30–40 persen lebih rendah dibanding sejumlah negara Eropa Barat.
  • Pasangan pensiunan diperkirakan membutuhkan €2.000–€2.500 per bulan untuk hidup nyaman; biaya berbeda menurut lokasi, dengan Athena dan pulau wisata cenderung lebih mahal.
  • Pensiunan asing berpotensi mendapat pajak tetap 7 persen selama 15 tahun, tetapi FIP Visa bagi pasangan mensyaratkan pendapatan pasif bersih sekitar €4.200 per bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pensiun di luar negeri mungkin terdengar seperti rencana yang hanya bisa dilakukan orang dengan tabungan sangat besar. Namun, Yunani kini menarik perhatian karena menawarkan kombinasi biaya hidup, iklim, fasilitas, dan kebijakan bagi pensiunan asing.

Dalam International Living 2026 Global Retirement Index, Yunani menempati posisi pertama sebagai destinasi pensiun terbaik dunia, untuk pertama kalinya dalam 35 tahun sejarah indeks tersebut. Kondisi ini membuat Yunani menarik untuk dilirik, termasuk jika kamu sedang membayangkan kehidupan pensiun di negara dengan suasana Mediterania.

Lantas, berapa uang yang sebenarnya perlu disiapkan untuk bisa hidup nyaman di sana?

1. Yunani dinilai menarik karena biaya hidup relatif terjangkau

ilustrasi rumah di Yunani (magnific.com/vwalakte)

Posisi pertama Yunani dalam indeks International Living 2026 gak muncul dari satu faktor saja. Penilaian tersebut mempertimbangkan beberapa aspek seperti iklim, akses layanan kesehatan, biaya hidup, perumahan, hingga kemudahan visa. Yunani juga menawarkan pilihan tempat tinggal yang beragam, mulai dari kota besar seperti Athena hingga kawasan pesisir dan pulau-pulau dengan suasana lebih tenang.

Dari sisi biaya, GreekReporter melaporkan bahwa pengeluaran rutin di Yunani dapat sekitar 30–40 persen lebih rendah dibandingkan sejumlah negara Eropa Barat. Kondisi ini membuat uang pensiun dari negara dengan pendapatan lebih tinggi memiliki daya beli yang relatif lebih besar. Meski begitu, kamu tetap perlu memperhatikan lokasi karena biaya hidup di Athena, Thessaloniki, dan pulau wisata populer bisa berbeda cukup jauh.

2. Pasangan perlu sekitar Rp41 juta-Rp51 juta per bulan

ilustrasi pasangan melihat pemandangan laut di Yunani (pexels.com/Frank van Dijk)

Salah satu angka penting untuk kamu perhatikan adalah kebutuhan pasangan pensiunan. Berdasarkan laporan GreekReporter pada September 2026, pasangan dapat menjalani gaya hidup nyaman di Yunani dengan pengeluaran sekitar €2.000–€2.500 per bulan atau setara kurang lebih Rp41 juta–Rp51 juta per bulan. Angka tersebut tentu bisa berubah tergantung kota tempat tinggal, pilihan hunian, dan gaya hidup yang kamu jalani selama pensiun.

Angka tersebut merupakan gambaran biaya hidup, bukan berarti seluruhnya harus digunakan untuk kebutuhan pokok, ya. Biaya tempat tinggal menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran, terutama jika kamu memilih kawasan populer. Sebagai gambaran, laporan yang sama menyebutkan properti sewa di kawasan pesisir dapat berada di kisaran sekitar €590–€980 per bulan, meski harga bisa berbeda berdasarkan lokasi, ukuran, kondisi properti, dan musim.

3. Tinggal di Athena bisa membutuhkan anggaran lebih besar

ilustrasi apartemen di Athena, Yunani, Eropa (pexels.com/Uiliam Nörnberg)

Kalau kamu membayangkan pensiun di Yunani, jangan langsung menganggap seluruh wilayah negara tersebut memiliki biaya yang sama, ya. Data biaya hidup 2026 dari GreekReporter menunjukkan apartemen satu kamar di kawasan strategis pusat Athena berada di kisaran 800–1.400 euro per bulan atau sekitar Rp16,4 juta–Rp28,7 juta. Di Thessaloniki, kisarannya sekitar 600–1.000 euro atau Rp12,3 juta–Rp20,5 juta per bulan, sehingga pilihan kota bisa memberikan perbedaan cukup besar terhadap anggaran bulanan.

Untuk satu orang yang tinggal di Athena, kebutuhan hidup nyaman diperkirakan sekitar 1.500–2.300 euro per bulan atau sekitar Rp30,8 juta–Rp47,2 juta. Sementara itu, tinggal di kota atau wilayah yang lebih kecil seperti Kreta dan Peloponnese dapat menurunkan kisaran tersebut menjadi sekitar 1.200–1.800 euro atau Rp24,6 juta–Rp36,9 juta per bulan. Jadi, kalau kamu menginginkan kehidupan pensiun yang lebih hemat, memilih lokasi di luar pusat kota besar bisa menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan anggaran.

4. Ada insentif pajak, tapi visa punya syarat penghasilan

ilustrasi apartemen di Athena, Yunani, Eropa (pexels.com/Farzona Comnas)

Daya tarik Yunani bagi pensiunan asing juga datang dari kebijakan pajaknya. Berdasarkan laporan GreekReporter, pensiunan yang memenuhi syarat dan memindahkan domisili pajaknya ke Yunani bisa mendapatkan tarif pajak tetap 7 persen selama 15 tahun untuk penghasilan yang berasal dari luar Yunani. Penghasilan tersebut dapat mencakup uang pensiun, Social Security, hingga dividen, sesuai ketentuan Article 5B dalam kode pajak Yunani.

Namun, biaya hidup yang relatif terjangkau bukan berarti proses pindahnya otomatis mudah. Pensiunan non-Uni Eropa umumnya menggunakan Financially Independent Person atau FIP Visa, dengan syarat pendapatan pasif minimal 3.500 euro bersih per bulan atau sekitar Rp71,8 juta dari sumber di luar Yunani. Untuk pasangan, persyaratannya meningkat sekitar 20 persen menjadi kurang lebih 4.200 euro bersih per bulan atau sekitar Rp86,1 juta. Artinya, kamu perlu membedakan antara uang yang dibutuhkan untuk hidup nyaman dan penghasilan minimum yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan visa.

5. Jangan lupa biaya kesehatan dan adaptasi kehidupan sehari-hari

ilustrasi Athena, Yunani, Eropa (pexels.com/Alex Does Pictures)

Layanan kesehatan juga perlu masuk dalam perhitungan ketika kamu menyusun anggaran pensiun di Yunani. GreekReporter menyebut jaringan layanan kesehatan swasta di sana menjadi salah satu faktor yang menarik bagi ekspatriat, dengan perlindungan kesehatan untuk pasangan dilaporkan rata-rata sekitar 245 euro atau sekitar Rp5 juta per bulan. Selain itu, terdapat pula diskon tertentu bagi warga lanjut usia untuk transportasi domestik seperti kereta regional dan feri Aegean.

Hal lain yang sering luput dari perhitungan adalah proses beradaptasi setelah benar-benar tinggal di sana. Survei Expats Greece yang dilaporkan GreekReporter menemukan bahwa pensiunan mencakup 54 persen komunitas ekspatriat dalam survei tersebut, sementara persoalan terbesar yang dirasakan ekspatriat adalah visa dan birokrasi, hambatan bahasa, serta mencari komunitas. Jadi, selain menghitung uang sewa dan kebutuhan sehari-hari, kamu juga perlu menyiapkan dana serta waktu untuk mengurus dokumen dan membangun kehidupan sosial baru.

Pada akhirnya, Yunani memang menawarkan kombinasi menarik bagi orang yang ingin menikmati masa pensiun di luar negeri. Untuk pasangan, biaya hidup nyaman sekitar 2.000–2.500 euro per bulan atau kira-kira Rp41 juta–Rp51 juta, sementara kebutuhan penghasilan untuk memenuhi FIP Visa pasangan berada di sekitar 4.200 euro per bulan atau sekitar Rp86,1 juta.

Namun, angka tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kota, gaya hidup, biaya kesehatan, dan kebutuhan pribadi. Kalau kamu serius mempertimbangkan Yunani sebagai tempat pensiun, menghitung anggaran secara detail sejak jauh-jauh hari akan membantu memastikan rencana tersebut realistis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article