Comscore Tracker

Sempat Bankrut, South African Airways Kembali Mengudara

Disambut baik oleh masyarakat Afrika Selatan

Jakarta, IDN Times - Perusahaan penerbangan asal Afrika Selatan, South African Airways (SAA) mengumumkan untuk Kembali beroperasi pada Kamis (23/09/2021) setelah hampir setahun tidak mengudara. SAA kembali beroperasi pada Kamis kemarin dengan melayani penerbangan rute dari Johannesburg ke Cape Town, Accra, Kinshasa, Harare, Lusaka dan Maputo.

Sebelumnya, SAA menghentikan semua layanan penerbangan komersialnya sejak Maret 2020. Mereka juga menghentikan semua penerbangan kargo serta penerbangan internasional pada September tahun lalu. Langkah ini diambil karena masalah keuangan yang terjadi dalam perusahaan aviasi tersebut.

“Setelah berbulan-bulan bekerja keras, kami senang bahwa SAA kembali melanjutkan layanan dan kami berharap dapat menyambut penumpang setia kami serta mengibarkan bendera Afrika Selatan. Kami akan terus menjadi maskapai yang aman dan mematuhi protokol COVID-19”, kata CEO sementara SAA, Thomas Kgokolo yang dilansir dari Africanews.

1. Memperoleh investor baru

Takatso, sebuah perusahaan patungan antara Harith General Partners dan Global Aviation diumumkan telah menjadi investor yang membuat penawaran terhadap kepemilikan saham SAA sejak tiga bulan yang lalu.

Perusahaan ini berencana akan menginvestasikan sekitar 3 milliar Rand atau sekitar 2,8 Trilliun Rupiah selama 3 tahun ke depan untuk mengubah maskapai ini menjadi maskapai yang bisa mendatangkan keuntungan. Sebelumnya, saham mayoritas perusahaan penerbangan ini dipegang oleh pemerintah Afrika Selatan hingga akhirnya dilepas kepada perusahaan Takatso pada Juni lalu.

Melansir The Citizen, maskapai ini terakhir kali memeperoleh laba selama setahun penuh pada satu dekade yang lalu. Sejak saat itu, maskapai nasional ini terjerat dalam kasus salah urus dan telah membuat kerugian yang begitu banyak dan juga memperoleh kerugikan pembayaran pajak sebanyak ratusan juta Rand dalam dana talangan. Masalah keuangan perusahaan ini mencapai puncaknya sejak kemunculan pandemi Covid-19 sejak tahun lalu.

2. Disambut baik oleh tim SAA dan warga Afrika Selatan

Sempat Bankrut, South African Airways Kembali MengudaraCEO perusahaan, Thomas Kgokolo bersama dengan para pilot South Afriican Airlines. (twitter.com/SAA - South Africa)

Baca Juga: Terdampak Pandemik, British Airways Kini Jual Makanan hingga Sandal

Perusahaan aviasi kebanggaan Afrika Selatan ini disambut baik oleh masyarakat setelah mengumumkan akan beroperasi kembali sejak bulan lalu. Hal ini dapat dilihat dari penjualan tiket yang sudah dimulai sejak 26 Agustus dan telah laris dibeli oleh calon penumpang maskapai. Selain itu, perasaan antusias juga dirasakan oleh tim SAA atas kembalinya beroperasi maskapai tersebut.

“Ada perasaan antusias yang mendalam di dalam Tim SAA saat kami bersiap untuk lepas landas, dengan satu tujuan bersama yaitu untuk membangun kembali dan mempertahankan maskapai yang menguntungkan yang sekali lagi mengambil peran kepemimpinan di antara maskapai lokal, kontinental, dan internasional.” Kata Kgokolo.

Lebih lanjut menurutnya bahwa perhitungan awal yang dilakukannya telah menunjukkan bahwa penerbangan awal akan penuh hingga mencapai 75 persen. Sementara itu, membuka rute lain akan sulit karena masih ada pembatasan perjalanan yang sedang berlangsung akibat pandemi Covid-19.

3. Privatisasi perusahaan telah membebaskan SAA dari campur tangan politik

Sempat Bankrut, South African Airways Kembali MengudaraPihak manajemen SAA saat rapat untuk persiapan penerbangan perdana pada 23 September. (twitter.com/SAA - Afrika Selatan)

Perusahaan aviasi yang satu ini sebelumnya merupakan perusahaan negara yang dikelola langsung oleh pemerintah Afrika Selatan. Namun setelah diprivatisasi atau kepemilikannya dipindahkan ke tangan swasta beberapa waktu lalu, diharapkan dapat membebaskannya dari campur tangan politik.

Ketua dewan sementara SAA, Geoff Qhena mengatakan bahwa dewan sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam upaya transisi akan berfokus pada penanaman budaya tata kelola yang baik di maskapai dan optimis bahwa tidak akan ada lagi campur tangan politik dalam perusahaan tersebut.

“Etos manajemen di mana kita memiliki pemerintahan dan perubahan kepemimpinan politik yang dari satu menteri ke menteri lainnya itu tidak akan lagi berdampak terhadap maskapai seperti yang kita alami sebelumnya,” kata Qhena yang dilansir dari The Citizen.

Baca Juga: Qatar Airways Layangkan Arbitrase Lawan 4 Negara Arab 

Zidan Patrio Photo Verified Writer Zidan Patrio

Mempelajari Ilmu Hubungan Internasional

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya