Kondisi geografis Indonesia yang berbatasan dengan banyak negara menimbulkan kerentanan ancaman keamanan di wilayah perbatasan laut (Aliyah et al., 2024). Pelaku kejahatan transnasional melancarkan ancaman keamanan nontradisional di jalur pelayaran alternatif tersebut. Bahkan, aktor kriminal menjadikan Laut Sulu dan Laut Sulawesi sebagai titik panas kejahatan berat, misalnya terorisme, perompakan, dan penyelundupan narkotika.
Di sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi, kelompok militan Abu Sayyaf melakukan serangkaian pembajakan dan penculikan demi uang tebusan. Oleh karena itu, aktor nonnegara tanpa status kewarganegaraan yang jelas menambah kompleksitas kejahatan terorganisasi di kawasan perbatasan strategis ini. Dengan demikian, situasi kerawanan tinggi itu membahayakan keselamatan kapal nelayan dan kapal niaga dalam rutinitas pelayaran harian.
![[OPINI] Analisis Kebijakan Pertahanan Indonesia dari Ancaman Maritim](https://image.idntimes.com/post/20260327/kri-brawijaya-320_d852154c-499d-4476-afaf-cb45bef97181.jpg)