Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Brasil dan Afsel Setujui Perjanjian Pertahanan Cegah Ancaman Luar

Brasil dan Afsel Setujui Perjanjian Pertahanan Cegah Ancaman Luar
Bendera Brasil. (unsplash.com/fdantas)
Intinya Sih
  • Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden Afsel Cyril Ramaphosa sepakat memperkuat kerja sama pertahanan guna menghadapi potensi ancaman luar serta memperluas kolaborasi ekonomi dan pembangunan.
  • Lula mendorong Afsel membangun industri pertahanan domestik bersama Brasil agar mengurangi ketergantungan impor senjata, sementara kedua menteri pertahanan dijadwalkan menandatangani perjanjian kerja sama teknologi militer.
  • Brasil menyiapkan investasi sekitar Rp97 triliun untuk proyek pertahanan besar seperti kapal selam nuklir dan jet tempur Gripen, dengan fokus peningkatan sistem maritim dan modernisasi armada angkatan laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Lula da Silva mendorong Afrika Selatan (Afsel) untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan negaranya. Ia memperingatkan ancaman asing jika tidak meningkatkan kapabilitas pertahanan. 

“Saya tidak tahu jika Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa menyadari bahwa jika kita tidak bersiap dalam bidang pertahanan, suatu saat seseorang akan menginvasi kita,” ungkapnya, dikutip dari Business Insider Africa, Rabu (11/3/2026).

Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kenegaraan Ramaphosa ke Brasilia. Kedua negara juga setuju untuk meningkatkan perjanjian di berbagai bidang ekonomi dan pembangunan. 

1. Lula dorong Afsel untuk membangun industri pertahanan

Pada saat yang sama, Lula mendorong agar Afsel membangun industri pertahanan. Menurutnya, Brasil dan Afsel harus bekerja sama untuk membangun sistem persenjataan domestik dan mengurangi ketergantungan impor senjata dari luar negeri. 

“Kami butuh mengombinasikan potensi kami dan melihat apa kami dapat memproduksi bersama-sama. Kami tidak lagi butuh membeli dan mendapatkan suplai persenjataan dari negara lain,” ungkapnya, dikutip dari Mercopress. 

Sementara itu, menteri pertahanan dari kedua negara sudah dijadwalkan akan bertemu untuk menyetujui kerja sama pertahanan. Lewat perjanjian itu, Brasil dan Afsel akan bekerja sama dalam proyek industri dan teknologi pertahanan.

2. Ramaphosa akui industri pertahanan Brasil jauh lebih unggul

Menanggapi pernyataan Lula, Ramaphosa mengakui bahwa Brasil memiliki kapabilitas industri pertahanan dan penerbangan yang jauh lebih baik dibanding Afsel. Ia menilai kerja sama kedua negara dapat menciptakan peluang baru. 

“Brasil jauh lebih unggul dibanding kami dalam industri pertahanan dan penerbangan. Namun, kedua negara harus bekerja sama dan saling mempelajari satu sama lain,” katanya. 

Sementara itu, Lula mendorong kerja sama untuk mengolah logam tanah jarang dan mineral langka di Brasil dan Afsel. Ia mendorong agar mendongkrak industrialisasi sumber daya alam di kedua negara. 

3. Brasil investasikan Rp97 triliun untuk proyek pertahanan

Pada Januari, Brasil berencana mengalokasikan investasi sebesar 30 miliar real Brasil (Rp97,5 triliun) di luar target fiskal untuk proyek pertahanan. Proyek tersebut termasuk program pembuatan kapal selam nuklir, pesawat jet Gripen dan kendaraan tempur. 

Dilansir Valor International, Angkatan Laut (AL) Brasil mendapat porsi anggaran terbesar untuk peningkatan Sistem Manajemen Amazon Biru untuk integrasi wilayah maritim Brasil. AL menyebut investasi masih dibutuhkan untuk pembaruan kapal perang.

Saat ini, Brasil hanya mengalokasikan 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pertahanan. Militer Brasil memperkirakan bahwa dibutuhkan 450 miliar real Brasil (Rp1.463 triliun) untuk memperkuat pertahanan dari ancaman negara lain. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More