Tikal (commons.wikimedia.org/Андрей Бобровский)
Nama Tikal kemungkinan berasal dari bahasa Maya Yucatec dengan kata asli ti ak'al artinya 'di lubang air'. Para sejarawan memperkirakan bahwa suku Maya pertama kali tiba di Tikal sekitar 3.000 tahun lalu.
Penjelajah Spanyol bernama Hernan Cortes melewati reruntuhan Tikal pada 1925, namun ia tidak menyebutnya dalam surat-suratnya. Senada dengan itu, para prajurit Spanyol tidak pernah menyadari bahwa mereka telah melewati Tikal. Sebab keberadaan Tikal berada di tengah hutan belantara.
Pada era kuno, masyarakat Maya di Tikal selalu rutin melaksanakan upacara di banyak kuil dan piramida yang dibangun antara 300 SM dan 100 SM. Dalam perkembangannya, properti di Tikal semakin meluas, puncaknya pada kisaran 600 SM dan 800 SM.
Dilansir kids.kiddle, tercatat banyak penguasa Tikal dari berbagai periode. Di periode awal, Yax Ehb' Xook menjadi pemimpin Tikal pertama pada tahun 60 M. Selanjutnya bernama Siyaj Chan K'awill Chack Ich'aak pada abad 2 M dan Yax Ch'aktel Xok pada 200 M.
Pada periode klasik diawali oleh era Chak Tok Ich'aak dari 360-378 M. Penerus nya bernama Nun Yax Ayin adalah seorang bangsawan dari Teotihuacan memerintah hingga 411 M. Lanjut, Siyaj Chan K'awill dari 411-456 M dan terakhir, Wak Chan K'awill dari 537-562 M.
Ini lah para raja di periode klasik akhir: Jasaw Chan K'awill I memerintah dari 682-734 M. Kedua, Yik'in Chan K'awill dari 734-766 M dan Yax Nuun Ayinn dari 768-790 M.
Pada masa jayanya, Tikal adalah pusat politik, ekonomi dan budaya dari semua kerajaan-kerajaan Maya. Bukti kejayaan ini di era Jasaw Chan K'awill I, berhasil mengalahkan Calakmul dan mengakhiri dominasinya selama lebih dari satu abad.