Antarctic shag membangun sarang berbentuk kerucut di tebing (commons.wikimedia.org/W. Bulach)
Tak hanya andal bertahan hidup dan berburu, Antarctic shag juga memiliki strategi reproduksi yang unik. Saat musim kawin tiba, burung ini akan membentuk koloni di tebing, lereng berbatu, hingga area pesisir. Di lokasi tersebut, mereka membangun sarang berbentuk kerucut yang sekilas mirip seperti gunung berapi mini. Material sarang burung ini bisa dibilang cukup unik. Mereka membuatnya dari kumpulan bulu, rumput laut, dan berbagai material pantai yang kemudian direkatkan menggunakan kotoran mereka.
Dalam proses berkembang biak, kedua induk Antarctic shag akan berbagi peran. Mereka bergantian mengerami telur hingga menetas. Setelah itu, induk betina akan fokus menjaga anak-anaknya tetap hangat karena menetas dalam kondisi hampir tanpa bulu. Sementara itu, induk jantan bertugas mencari makan untuk memastikan kebutuhan energi keluarga kecilnya terpenuhi.
Nah, itulah lima fakta mengenai Antarctic shag, si kormoran khas dari Antartika. Sebagai penghuni salah satu lingkungan paling ekstrem di bumi, burung ini telah mengembangkan berbagai macam bentuk adaptasi luar biasa, mulai dari bulu tahan air, kemampuan menyelam, hingga pola hidup berkoloni. Semua itu membuktikan bahwa kehidupan tetap bisa berkembang bahkan di kondisi yang tampak mustahil sekalipun.