Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Biawak Air Mertens, Kadal Raksasa yang Jago Menyelam
Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/Matt)
  • Biawak air mertens adalah reptil semi-akuatik asal utara Australia dengan kemampuan menyelam dan berburu di air, berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem sungai tropis.
  • Hewan ini hidup di sekitar sungai dan rawa, aktif saat musim hujan, serta memiliki ciri fisik ekor pipih kuat yang membantu berenang dan menutup hidung saat menyelam.
  • Populasinya menurun drastis akibat racun kodok tebu dan kerusakan habitat, membuat biawak air mertens masuk daftar terancam punah menurut IUCN sejak 2017.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Biawak air mertens, atau Varanus mertensi, adalah jenis biawak semi-akuatik yang hanya ditemukan di wilayah utara Australia. Reptil ini dikenal sebagai pemburu ulung yang sangat lincah di perairan tawar, sebuah ciri yang membedakannya dari kebanyakan jenis biawak lainnya. Namanya diambil dari Robert Mertens, seorang ahli herpetologi asal Jerman yang pertama kali mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1951.

Keunikan utamanya terletak pada kemampuan menyelam dan berburu di dalam air, yang menunjukkan proses evolusi luar biasa pada reptil darat. Meski ukurannya tidak sebesar kerabat dekat lainnya, hewan ini memegang peran penting dalam ekosistem sungai di Australia tropis dengan menjaga keseimbangan populasi ikan dan kepiting. Yuk, kenali lebih jauh fakta menarik tentang biawak air mertens!

1. Tubuh panjang dan ekor kuat untuk berenang

Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Biawak air mertens dapat tumbuh hingga mencapai panjang total sekitar dua meter, di mana bagian ekornya memiliki ukuran jauh lebih panjang dari badan. Punggungnya berwarna cokelat tua atau hitam dengan bintik-bintik kuning yang tersebar merata, sementara bagian perut berwarna lebih terang dengan corak abu-abu di bagian tenggorokan.

Ciri fisik yang paling mencolok adalah bentuk ekornya yang pipih ke samping dan memiliki bagian menonjol di tengah, yang berfungsi seperti dayung kuat saat berenang. Selain itu, biawak ini memiliki kemampuan unik untuk menutup lubang hidungnya saat berada di bawah air. Hebatnya lagi, ia bisa menelan mangsa langsung di dalam air, sebuah kemampuan yang hampir tidak dimiliki oleh jenis biawak lain di dunia.

2. Wilayah penyebaran di utara Australia

Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/Jarek Tuszyński)

Habitat utama hewan ini mencakup wilayah utara Australia, mulai dari Kimberley di Australia Barat hingga Semenanjung Cape York di Queensland. Mereka biasanya menetap di sekitar sungai, rawa, dan waduk buatan, serta jarang pergi jauh dari tepi air karena sangat bergantung pada lingkungan tersebut untuk berburu.

Kehidupannya sangat dipengaruhi oleh pergantian musim di wilayah tropis. Saat musim hujan, biawak ini jauh lebih aktif menghabiskan waktu di dalam air. Sementara itu, pada musim kemarau, mereka lebih sering terlihat berjemur di atas batu atau dahan pohon yang menggantung di atas permukaan air untuk mengatur suhu tubuhnya.

3. Kepiting jadi makanan utama yang paling disukai

Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/Sardaka)

Sebagai pemakan daging, biawak air mertens memiliki pola makan yang sangat beragam. Makanan utamanya adalah kepiting air tawar, yang menyumbang sebagian besar kebutuhan nutrisinya, disusul oleh ikan, katak, dan udang. Selain hewan air, mereka juga memangsa serangga, laba-laba, hingga bangkai hewan lain jika tersedia.

Dalam mencari mangsa, biawak ini mengandalkan indra penciuman yang sangat tajam. Ia sanggup menggali telur kura-kura yang terkubur di dalam lumpur atau menyelam dalam waktu lama untuk mengejar mangsa di dasar sungai. Fleksibilitas dalam mencari makan ini membantu mereka bertahan hidup meskipun ketersediaan mangsa berubah-ubah setiap musim.

4. Masa hidup dan cara berkembang biak

Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/GeXeS)

Biawak air mertens berkembang biak dengan cara bertelur pada awal musim kemarau. Induk betina biasanya menggali lubang sarang di pinggir sungai untuk menyimpan sekitar sembilan butir telur. Telur-telur tersebut membutuhkan waktu antara enam hingga sepuluh bulan untuk menetas, sehingga anak biawak biasanya keluar dari sarang tepat saat musim hujan tiba ketika sumber makanan melimpah.

Hewan ini mulai memasuki masa dewasa dan siap bereproduksi pada usia tiga atau empat tahun. Di habitat aslinya, biawak ini diketahui memiliki masa hidup yang cukup lama, yakni mampu bertahan hidup antara 15 hingga 20 tahun.

5. Ancaman kodok tebu picu kepunahan

Biawak Air Mertens (commons.m.wikimedia.org/Matt)

Sejak tahun 2017, biawak air mertens telah masuk kategori terancam punah dalam Daftar Merah IUCN. Penurunan populasi yang drastis ini disebabkan oleh serangan kodok tebu (Rhinella marina) yang sangat beracun. Biawak yang mencoba memangsa kodok ini akan langsung mati terkena racunnya, yang mengakibatkan hilangnya hingga 90 persen populasi biawak di beberapa wilayah Australia.

Selain ancaman dari spesies lain, kerusakan habitat akibat polusi dan pengalihan fungsi lahan juga memperburuk keadaan. Walaupun perdagangan internasionalnya sudah dibatasi secara ketat, upaya pelestarian lebih lanjut tetap diperlukan agar predator sungai ini tidak punah dari alam liar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team