Black-and-white-casqued hornbill (commons.wikimedia.org/Tommy Andriollo)
Masalah terbesar bagi burung ini bukanlah soal makanan, melainkan sarang. Mereka bersarang di lubang alami pohon besar pada ketinggian 9–30 meter dari tanah. Pohon yang dipilih biasanya berukuran sangat besar, dengan keliling batang bisa mencapai lebih dari 3 meter.
Karena lubang alami seperti ini cukup langka, persaingan antarburung untuk mendapatkan sarang sangat sering terjadi. Setelah sarang ditemukan, pasangan enggang akan menutup pintu lubang dengan campuran lumpur, menyisakan celah kecil.
Di dalam sarang tertutup itu, betina akan bertelur sekitar dua butir dan mengeraminya selama sekitar 42 hari. Selama periode ini, betina sepenuhnya bergantung pada jantan yang setia mengantarkan makanan. Dalam satu kali kunjungan jantan bahkan bisa membawa ratusan buah untuk betina, lho!
Itulah 5 fakta menarik black-and-white-casqued hornbill, si burung enggang asal Afrika. Burung yang tidak hanya cantik dan ikonik, tapi juga punya peran besar dalam menjaga hutam Afrika tetap hidup. Mulai dari penyebaran biji hingga indikator kesehatan hutan, burung ini membuktikan bahwa satu spesies saja bisa memiliki dampak luar biasa bagi ekosistem. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kelestarian makhluk hidup di lingkungannya.