Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
burung cherry throated tanager
burung cherry throated tanager (ebird.org/Alex Mesquita / Cariama Ecotur)

Intinya sih...

  • Ukuran tubuh kecil, postur tubuh proporsional, sulit terdeteksi di alam liar

  • Ciri-ciri warna khas: tenggorokan merah cerah, kepala dan punggung hitam, perut dan sayap putih kontras

  • Habitat terbatas di hutan Atlantik Brasil, populasi sangat terbatas

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cherry throated tanager (Nemosia rourei) adalah salah satu burung paling langka di dunia dengan kombinasi warna yang mencolok dan karakter yang sangat khas. Burung ini dikenal karena tenggorokannya yang berwarna merah ceri, berpadu dengan bulu hitam dan putih yang kontras. Keindahan visual ini membuatnya sering disebut sebagai permata hidup dari hutan Atlantik di Brasil.

Di balik pesonanya, cherry throated tanager menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat dan tekanan aktivitas manusia. Populasinya sangat kecil, sehingga setiap individu menjadi sangat berharga bagi kelangsungan spesies ini. Mengenal fakta-fakta detail tentang burung ini bukan cuma soal menambah wawasan, tapi juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya konservasi. Yuk, kenali lebih dalam burung langka ini supaya kepedulian terhadap satwa liar semakin tumbuh!

1. Ukuran tubuh yang kecil tapi penuh karakter

burung cherry throated tanager (ebird.org/Gabriel Bonfa)

Cherry throated tanager tergolong burung berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 13-14 cm. Meski ukurannya mungil, postur tubuhnya terlihat proporsional dengan paruh ramping dan sayap yang relatif pendek. Bentuk tubuh ini mendukung pergerakan lincah di antara cabang-cabang pohon hutan.

Ukuran kecil ini membuat burung lebih sulit terdeteksi di alam liar, apalagi dengan populasi yang sangat terbatas. Dalam pengamatan lapangan, burung ini sering luput dari perhatian karena pergerakannya cepat dan cenderung berada di kanopi tengah hingga atas. Karakter fisik yang kecil justru menjadi tantangan tambahan bagi upaya pemantauan dan konservasi.

2. Ciri-ciri warna yang sangat khas

burung cherry throated tanager (ebird.org/Alex Mesquita / Cariama Ecotur)

Ciri paling mencolok dari cherry throated tanager adalah bagian tenggorokan berwarna merah cerah seperti buah ceri. Warna ini berpadu dengan kepala dan punggung hitam, serta bagian perut dan sayap dengan aksen putih yang kontras. Kombinasi warna ini membuat burung tampak elegan sekaligus mudah dikenali bagi pengamat burung berpengalaman.

Warna merah di tenggorokan berfungsi sebagai penanda visual penting, terutama dalam interaksi sosial dan musim kawin. Pola warna yang tegas juga membantu membedakan spesies ini dari tanager lain yang hidup di wilayah serupa. Sayangnya, keindahan warna ini gak sebanding dengan tingkat kelangsungan hidupnya yang kini berada di titik kritis.

3. Habitat terbatas di hutan Atlantik Brasil

burung cherry throated tanager (ebird.org/Gabriel Bonfa)

Cherry throated tanager hanya ditemukan di wilayah hutan Atlantik Brasil, khususnya di negara bagian Espírito Santo dan sekitarnya. Habitat ini berupa hutan lembap dengan vegetasi lebat dan struktur bertingkat. Lingkungan seperti ini menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung yang penting bagi spesies ini.

Masalah besar muncul karena hutan Atlantik merupakan salah satu ekosistem yang paling terdegradasi di Amerika Selatan. Penebangan, alih fungsi lahan, dan fragmentasi hutan membuat area hidup burung ini semakin menyempit. Habitat yang terpecah-pecah membuat populasi sulit berkembang dan semakin rentan terhadap kepunahan lokal.

4. Perilaku dan peran ekologis yang penting

burung cherry throated tanager (ebird.org/Gabriel Bonfa)

Cherry throated tanager dikenal sebagai burung yang aktif mencari makan di lapisan tengah hingga atas kanopi. Pola makannya mencakup serangga kecil dan buah-buahan, sehingga burung ini berperan dalam pengendalian serangga sekaligus penyebaran biji. Aktivitas ini menjadikannya bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Perilaku sosialnya relatif tenang dan sering terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Burung ini juga cenderung mengikuti kawanan campuran bersama spesies burung lain saat mencari makan. Pola ini membantu meningkatkan efisiensi mencari sumber makanan, sekaligus mengurangi risiko dari predator.

5. Pembiakan dan status konservasi yang sangat kritis

burung cherry throated tanager (ebird.org/Gil Ribeiro Peres)

Informasi tentang pembiakan cherry throated tanager masih sangat terbatas karena sulitnya menemukan sarang di alam liar. Diperkirakan burung ini membangun sarang di cabang-cabang pohon dengan ketinggian tertentu. Jumlah telur dan tingkat keberhasilan menetas juga belum banyak terdokumentasi secara detail.

Saat ini, cherry throated tanager berstatus Critically Endangered menurut IUCN. Populasinya diperkirakan hanya tersisa puluhan hingga ratusan individu di alam liar. Status ini menempatkan burung ini sebagai salah satu burung paling terancam punah di dunia, sehingga setiap upaya konservasi memiliki dampak yang sangat besar.

Cherry throated tanager adalah simbol keindahan sekaligus kerapuhan alam. Ukurannya yang kecil, warna yang memikat, dan peran ekologisnya menunjukkan betapa pentingnya setiap spesies dalam ekosistem. Ancaman terhadap habitat dan populasi yang sangat terbatas menjadikan burung ini prioritas utama dalam upaya konservasi. Menjaga keberadaan cherry throated tanager berarti ikut menjaga keseimbangan hutan dan warisan keanekaragaman hayati dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team