Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Devils Tower, Menara Batu yang Disebut Mirip Buatan Alien
potret Devils Tower (unsplash.com/Mick Haupt)
  • Devils Tower di Wyoming terbentuk dari magma yang mendingin jutaan tahun lalu, menciptakan kolom batu vertikal unik hasil proses geologi langka bernama columnar jointing.
  • Menara batu ini dikenal luas setelah muncul di film tahun 1977 dan sering dikaitkan dengan kisah misterius serta teori tentang makhluk luar angkasa meski tanpa bukti ilmiah.
  • Pada 1906, Presiden Theodore Roosevelt menetapkannya sebagai monumen nasional pertama AS; tempat ini juga sakral bagi suku asli Amerika dan menjadi habitat beragam satwa liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah hamparan alam Wyoming, Amerika Serikat, berdiri sebuah formasi batu raksasa yang langsung mencuri perhatian. Devils Tower, menjulang dengan dinding tegak dan garis-garis vertikal yang khas, sehingga tampak seperti menara batu yang dipahat dengan rapi. Bentuknya yang tidak biasa kerap membuat siapa pun yang melihatnya merasa takjub sekaligus penasaran.

Meski sering disebut mirip “buatan alien”, Devils Tower menyimpan kisah yang jauh lebih menarik. Ia terbentuk jutaan tahun lalu dan memiliki nilai sejarah serta makna budaya yang penting di Amerika Serikat. Bukan sekadar pemandangan unik, Devils Tower juga menyimpan cerita panjang tentang geologi, sejarah, dan kehidupan alam di sekitarnya. Untuk mengenalnya lebih dekat, yuk simak lima fakta uniknya berikut ini.

1. Terbentuk dari magma yang tak pernah meletus

potret kolom-kolom batu vertikal Devils Tower yang terbentuk dari magma yang mendingin jutaan tahun lalu (commons.wikimedia.org/Larry D. Moore)

Devils Tower sebenarnya terbentuk jauh di bawah permukaan bumi, bukan dari letusan gunung berapi. Sekitar 50 hingga 60 juta tahun lalu, magma panas menembus lapisan batuan sedimen yang sudah ada, kemudian mendingin dan mengeras menjadi batuan beku yang kuat. Proses ini, yang disebut intrusi magmatik, menghasilkan struktur batu yang membentuk kolom‑kolom besar dengan pola vertikal yang khas.

Selama jutaan tahun, lapisan batuan yang lebih lunak di sekitarnya terkikis oleh hujan, angin, dan aliran sungai, sementara batuan beku yang lebih keras tetap utuh. Proses erosi inilah yang perlahan menyingkap Devils Tower hingga terlihat menjulang di atas lanskap Wyoming seperti sekarang. Kolom-kolom batu tersebut terbentuk akibat kontraksi magma saat mendingin, menjadikannya salah satu contoh fenomena geologi columnar jointing terbesar di dunia.

2. Terlihat seperti menara buatan alien

potret Devils Tower yang bentuknya kerap disebut mirip menara buatan alien (unsplash.com/ankit P)

Devils Tower tidak hanya dikenal sebagai formasi batu yang unik, tetapi juga kerap dikaitkan dengan cerita-cerita misterius. Popularitasnya meningkat setelah Devils Tower muncul dalam film Close Encounters of the Third Kind pada tahun 1977. Dalam film tersebut, tempat ini digambarkan sebagai titik pertemuan antara manusia dan makhluk luar angkasa.

Sejak kemunculannya di layar lebar, berbagai spekulasi pun bermunculan dan mengaitkannya dengan UFO. Sebagian penggemar teori konspirasi berspekulasi bahwa Devils Tower merupakan lokasi pendaratan pesawat alien. Ada pula yang menyebutnya sebagai pusat energi atau energy vortex yang diyakini menarik aktivitas paranormal. Meski klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, pengaruh budaya populer membuat citra misterius ini terus melekat hingga sekarang.

3. Monumen nasional pertama di AS

potret Devils Tower yang ditetapkan sebagai monumen nasional pertama di Amerika Serikat pada 1906 (pixabay.com/Jim Jorstad)

Upaya untuk melindungi Devils Tower sudah muncul sejak akhir abad ke-19. Seiring bertambahnya pemukim di wilayah tersebut, muncul gagasan agar kawasan ini tidak sepenuhnya dibuka untuk kepentingan pemukiman atau eksploitasi. Pada tahun 1892, pemerintah sempat menetapkannya sebagai kawasan cadangan hutan, meskipun usulan untuk menjadikannya taman nasional belum mendapat persetujuan Kongres.

Perlindungan yang lebih kuat akhirnya terwujud setelah disahkannya Antiquities Act pada tahun 1906, yang memberi presiden wewenang untuk menetapkan lokasi bernilai sejarah atau ilmiah sebagai monumen nasional. Pada 24 September 1906, Presiden Theodore Roosevelt secara resmi menetapkan Devils Tower sebagai monumen nasional pertama di Amerika Serikat. Keputusan tersebut menjadi tonggak awal dalam sejarah pelestarian alam di negara itu.

4. Tempat sakral bagi suku asli Amerika

potret kawasan Devils Tower yang dihormati sebagai tempat sakral oleh suku asli Amerika (pixabay.com/Mike Goad)

Devils Tower bukan sekadar keajaiban alam, tetapi juga tempat yang sakral bagi banyak suku asli Amerika, termasuk Lakota, Cheyenne, Arapaho, Crow, dan Kiowa. Mereka menamai formasi ini dengan sebutan seperti “Bear Lodge” atau “Bear’s Tipi” dan mengaitkannya dengan kisah-kisah spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Tempat ini menjadi pusat doa dan upacara yang menegaskan hubungan antara manusia, alam, dan leluhur.

Hingga kini, berbagai upacara tradisional masih berlangsung di sekitar Devils Tower, seperti sun dance, doa, dan ritual penyucian di sweat lodge. Kain doa atau bundel yang tersebar di jalur taman melambangkan penghormatan dan hubungan pribadi dengan tempat ini. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa bagi suku asli, nilai spiritual sebuah tempat lebih penting daripada sekadar catatan sejarah, menjadikan Devils Tower sebagai pusat budaya dan spiritual yang terus hidup hingga sekarang.

5. Jadi habitat satwa liar

potret rusa yang hidup di kawasan Devils Tower (commons.wikimedia.org/Carol M. Highsmith)

Devils Tower dan kawasan sekitarnya menjadi habitat bagi beragam satwa liar, mulai dari rusa, mamalia kecil, tikus padang rumput, burung, reptil, amfibi, dan ikan. Hutan pinus, padang rumput, celah batu, dan sungai membentuk ekosistem yang saling terhubung, di mana setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Kawasan ini juga menjadi tempat hidup lebih dari 160 jenis burung, termasuk Elang Botak, Osprey, dan Peregrine Falcon. Burung-burung tersebut memanfaatkan sungai, padang rumput, dan hutan sebagai area berburu dan bersarang, sementara spesies migran singgah dalam perjalanan mereka. Dengan demikian, Devils Tower bukan hanya pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi juga area penting bagi kelangsungan hidup berbagai satwa liar.

Devils Tower bukan sekadar menara batu yang menjulang, melainkan monumen nasional pertama yang menyimpan sejarah geologi jutaan tahun, tempat sakral bagi suku asli Amerika, sekaligus rumah bagi beragam satwa liar. Dari bentuknya yang unik hingga cerita budaya dan ekosistem sekitarnya, semua lapisan ini saling melengkapi dan mengingatkan kita bahwa setiap keajaiban alam membawa cerita yang layak dihargai dan dijaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team