Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Elang Ular Jari Pendek, Pengintai yang Sanggup Melayang Diam di Udara
Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/Drsssuresh1961)
  • Elang ular jari pendek adalah burung pemangsa ahli pemburu ular dengan tubuh kuat, kaki bersisik pelindung, dan kemampuan melayang diam di udara untuk mengintai mangsa.
  • Burung ini tersebar luas dari Eropa hingga Asia, termasuk Indonesia, hidup di area terbuka dan sebagian bermigrasi musiman tergantung ketersediaan makanan.
  • Populasinya masih stabil berstatus risiko rendah menurut IUCN, namun tetap terancam oleh perburuan liar dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Elang ular jari pendek (Circaetus gallicus) adalah burung pemangsa yang memiliki keahlian khusus dalam memburu ular. Burung dari keluarga Accipitridae ini dikenal sangat mudah beradaptasi, mulai dari lahan terbuka hingga wilayah yang kering seperti semi-gurun.

Keberadaannya sangat penting bagi lingkungan karena membantu menjaga keseimbangan alam dengan cara mengendalikan populasi reptil. Berikut ini 5 fakta yang menarik untuk diketahui tentang elang ular jari pendek.

1. Tubuh elang ini dirancang khusus untuk menangkap ular yang licin

Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/SuperJew)

Secara fisik, elang ini memiliki panjang tubuh antara 59 hingga 70 sentimeter dengan rentang sayap mencapai 162 hingga 195 sentimeter. Berat tubuhnya rata-rata berada di angka 1,7 kilogram. Bagian bawah tubuhnya dominan berwarna putih, sementara punggungnya berwarna cokelat keabu-abuan.

Salah satu ciri uniknya adalah kepala yang bulat menyerupai burung hantu dan mata berwarna kuning cerah yang tajam. Nama "jari pendek" diambil dari bentuk jari kakinya yang pendek namun sangat kuat. Bagian kaki ini juga dilapisi sisik pelindung untuk menghindari risiko cedera akibat gigitan ular saat sedang menangkap mangsa.

2. Ular menjadi menu utama yang diburu dengan cara mengintai dari udara

Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Sekitar 80 persen atau lebih makanan burung ini adalah ular, terutama jenis yang tidak berbisa seperti ular tikus dan ular tangga. Jika ular sulit ditemukan, mereka juga akan memangsa kadal, amfibi, atau mamalia kecil seperti tikus dan kelinci.

Strategi berburunya cukup unik, elang ini akan terbang melayang diam di udara untuk memantau gerakan di permukaan tanah. Begitu target terkunci, ia akan menukik dengan cepat. Elang biasanya memakan ular mulai dari bagian kepala agar mangsa tersebut tidak bisa melawan. Mereka juga diketahui sering memanfaatkan momen kebakaran rumput untuk menangkap hewan yang lari keluar dari kepulan asap.

3. Burung ini tersebar luas di berbagai benua termasuk beberapa wilayah di Indonesia

Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/Stephan Sprinz)

Elang ular jari pendek menyukai tempat terbuka, semak belukar, hingga daerah perbukitan yang memiliki pohon tinggi untuk tempat bersarang. Wilayah sebarannya sangat luas, meliputi wilayah Mediterania, Rusia, Timur Tengah, hingga India. Di Indonesia sendiri, burung ini dapat ditemukan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Teggara.

Sebagian populasi burung ini melakukan migrasi atau pindah tempat tinggal secara musiman, misalnya dari Eropa menuju Afrika. Namun, populasi yang berada di wilayah Asia cenderung menetap di satu lokasi sepanjang tahun karena ketersediaan makanan yang melimpah.

4. Induk elang hanya mengerami satu telur dalam satu musim kawin

Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/Drsssuresh1961)

Burung ini membangun sarang berukuran kecil dari ranting pohon yang dilapisi daun hijau atau rumput. Dalam satu musim kawin, induk betina biasanya hanya menghasilkan satu butir telur berwarna putih. Telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 47 hari, di mana burung jantan bertugas mencari makanan dan menjaga wilayah sarang.

Anak elang akan dirawat oleh kedua induknya sampai mampu terbang sendiri pada usia 60 hingga 80 hari. Meski hanya menghasilkan satu telur per musim, burung ini memiliki ketahanan hidup yang cukup baik dengan usia yang bisa mencapai 17 tahun di alam liar.

5. Populasinya masih terjaga meski menghadapi risiko kerusakan alam

Elang Ular Jari Pendek (commons.m.wikimedia.org/Stephan Sprinz)

Berdasarkan data terbaru dari IUCN, elang ular jari pendek saat ini berada dalam status Least Concern atau risiko rendah karena wilayah penyebarannya yang sangat luas dan jumlah populasinya yang dinilai masih stabil di banyak negara. Meskipun begitu, terdapat beberapa ancaman yang tetap harus diwaspadai agar jumlah burung ini tidak terus menurun.

Beberapa risiko utama yang dihadapi adalah perburuan liar yang sering terjadi saat musim migrasi serta hilangnya tempat tinggal alami akibat pengalihan lahan menjadi area pertanian. Selain itu, burung ini juga sering mengalami kecelakaan karena menabrak kabel atau tiang listrik. Oleh karena itu, upaya perlindungan terhadap lahan terbuka dan pencegahan perburuan liar menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian pemangsa reptil ini di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team