Dinding galeri arsip yang mendokumentasikan sejarah museum Haus der Kunst di Munich. (commons.wikimedia.org/Fred Romero)
Sejak tahun 2002, koleksi tetap seni modern di museum ini telah dipindahkan ke lokasi lain, sehingga kini Haus der Kunst berfungsi sepenuhnya sebagai ruang pameran temporer. Meski tidak memiliki koleksi permanen, museum ini tetap menjadi pusat seni dunia dengan menampilkan berbagai pameran besar dari seniman ternama internasional seperti Ai Weiwei dan Anish Kapoor. Salah satu pameran yang paling sukses dalam sepuluh tahun terakhir adalah karya pematung El Anatsui pada tahun 2019, yang menarik jumlah pengunjung sangat besar.
Untuk menyongsong masa depan, museum ini direncanakan menjalani renovasi besar dengan bantuan arsitek ternama, David Chipperfield. Rencana renovasi ini bertujuan untuk menambah fasilitas baru seperti ruang bioskop, panggung pertunjukan, dan area acara musik. Selain itu, arsitek mengusulkan untuk membuka kembali jendela atap yang sebelumnya tertutup agar cahaya alami dapat kembali masuk dan menerangi bagian dalam gedung secara maksimal.
Dalam hal manajemen, Haus der Kunst juga mengalami pembaruan kepemimpinan setelah direktur sebelumnya mundur karena alasan kesehatan. Saat ini, museum dipimpin oleh Andrea Lissoni sebagai direktur artistik yang baru, setelah melalui proses seleksi oleh komisi ahli internasional. Di bawah kepemimpinan baru ini, Haus der Kunst terus berkomitmen untuk menyajikan narasi seni global yang inovatif dan tetap relevan bagi masyarakat modern.
Meskipun telah mengalami renovasi, jejak sejarah masa lalu gedung ini masih bisa ditemukan, salah satunya di Goldene Bar di mana mural asli dari tahun 1937 masih terawat dengan baik hingga kini. Kehadiran detail historis tersebut menjadikan Haus der Kunst sebagai ruang unik yang menghubungkan peristiwa masa lalu dengan perkembangan seni modern saat ini.