Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Sejarah Dunia Pernah Dimanipulasi demi Kekuasaan Politik?

Mesir Kuno
Mesir Kuno (commons.wikimedia.org/Vyacheslav Argenberg)
Intinya sih...
  • Penguasa memilih peristiwa yang layak dikenang
  • Arsip dikendalikan untuk membatasi bacaan sejarah
  • Istilah resmi menghaluskan konflik sejarah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejarah dunia sering diajarkan sebagai urutan peristiwa yang selesai dan pasti, padahal cara peristiwa itu disusun tidak pernah lepas dari kepentingan zamannya. Sejak catatan tertulis digunakan untuk administrasi kerajaan, sejarah berfungsi ganda sebagai alat pengingat sekaligus alat penguat kekuasaan.

Banyak kisah besar bertahan bukan karena paling lengkap, tetapi karena paling sering diulang. Ketika satu versi terus dipakai lintas generasi, versi lain perlahan tenggelam tanpa perlu dihapus terang-terangan. Dari titik ini, sejarah dunia layak dibaca sebagai konstruksi yang bisa diarahkan. Lantas, apakah sejarah dunia pernah dimanipulasi demi kekuasaan politik atau suatu kerajaan? Cari tahu selengkapnya pada ulasan berikut untuk mengetahui cara manipulasi sejarah muncul dan bekerja.

1. Penguasa memilih peristiwa yang layak dikenang

ilustrasi Romawi
ilustrasi Romawi (commons.wikimedia.org/Benh LIEU SONG)

Tidak semua peristiwa masuk ke dalam sejarah resmi, meski dampaknya besar. Kekalahan sering dipadatkan menjadi catatan singkat, sementara kemenangan ditulis panjang dengan detail heroik. Praktik ini terlihat jelas dalam kronik Romawi yang menonjolkan ekspansi wilayah, tetapi nyaris menghilangkan pemberontakan internal yang melemahkan kekaisaran dari dalam.

Banyak konflik lokal hanya bertahan di catatan kota atau wilayah tertentu, lalu berhenti dibicarakan ketika tidak lagi sejalan dengan narasi pusat. Saat buku sejarah nasional disusun, peristiwa yang tidak mendukung citra stabilitas dikeluarkan dari kerangka utama. Ingatan kolektif akhirnya dibentuk oleh peristiwa yang dianggap pantas dikenang. Manipulasi tidak muncul sebagai kebohongan, melainkan sebagai keputusan editorial yang konsisten.

2. Arsip dikendalikan untuk membatasi bacaan sejarah

ilustrasi dokumen kolonial
ilustrasi dokumen kolonial (commons.wikimedia.org/Brodhead, John Romeyn)

Arsip sering dianggap netral, padahal akses terhadapnya sangat menentukan arah sejarah dunia. Dokumen kolonial di banyak negara baru bisa dibuka puluhan tahun setelah kekuasaan berakhir, sehingga narasi awal terbentuk tanpa bahan pembanding. Selama periode tertutup itu, satu versi sejarah berkembang tanpa koreksi.

Ketika arsip akhirnya dibuka, banyak detail yang bertentangan dengan narasi lama muncul ke permukaan. Namun, koreksi berjalan lambat karena buku pelajaran dan wacana publik sudah terlanjur mapan. Dalam kondisi ini, keterlambatan akses berperan besar dalam mempertahankan versi tertentu. Sejarah pun bergerak mengikuti apa yang tersedia, bukan apa yang pernah terjadi sepenuhnya.

3. Istilah resmi menghaluskan konflik sejarah

Liberation of Soviet
Liberation of Soviet (commons.wikimedia.org/Central Studio)

Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk kesan peristiwa sejarah dunia. Ekspansi wilayah sering ditulis sebagai “penyatuan”, sementara perlawanan lokal disebut “gangguan keamanan”. Perubahan istilah ini terlihat jelas dalam dokumen kekaisaran dan administrasi kolonial di berbagai wilayah.

Istilah yang terdengar administratif membuat kekerasan tampak teknis dan terkontrol. Ketika istilah tersebut dipakai berulang, publik mengenal konflik melalui bahasa yang sudah dilunakkan. Peristiwa yang melibatkan bentrokan panjang akhirnya terbaca sebagai proses singkat. Bahasa tidak menghapus kejadian, tetapi mengaburkan ketegangan yang sebenarnya terjadi.

4. Bukti fisik yang hilang membatasi tafsir sejarah

Revolusi Prancis
Revolusi Prancis (commons.wikimedia.org/Tylwyth Elda)

Pemahaman sejarah dunia sangat bergantung pada artefak dan penanda fisik. Penghancuran prasasti Mesir kuno, perusakan patung rezim lama, atau penggantian nama kota setelah pergantian kekuasaan mengubah cara masa lalu dibaca. Ketika bukti fisik hilang, ruang tafsir ikut menyempit.

Generasi berikutnya hanya mengenal sejarah melalui sisa yang masih bertahan. Banyak konflik, perlawanan, atau tokoh lokal tidak lagi memiliki penanda visual yang bisa dirujuk. Akibatnya, sejarah terlihat lebih sederhana dari kenyataan. Sebenarnya yang hilang bukan peristiwanya, tetapi jejaknya.

5. Koreksi sejarah muncul ketika kepentingan berubah

Uni Soviet
Uni Soviet (commons.wikimedia.org/Boris Kudoyarov / Борис Кудояров)

Upaya koreksi sejarah dunia sering baru muncul setelah kekuasaan berganti. Runtuhnya Uni Soviet membuka arsip yang selama puluhan tahun tertutup, memperlihatkan peristiwa yang sebelumnya tidak pernah dibahas terbuka. Narasi lama yang dianggap final mendadak terlihat timpang.

Namun, koreksi ini tidak serta-merta mengubah pemahaman publik. Versi lama sudah terlanjur membentuk cara berpikir lintas generasi. Dari sini terlihat bahwa koreksi sejarah bukan soal keberanian membuka data, tetapi soal waktu dan kepentingan. Sejarah bergerak mengikuti perubahan kekuasaan, bukan kecepatan informasi.

Manipulasi dalam sejarah dunia jarang hadir sebagai kebohongan terang-terangan, melainkan sebagai hasil seleksi, pengelolaan arsip, dan pembingkaian bahasa yang tampak sah. Contoh-contoh konkret menunjukkan bahwa perubahan kecil pada akses dan istilah bisa berdampak besar pada ingatan kolektif. Jika sejarah dunia pernah dimanipulasi demi kekuasaan politik, bagian mana dari masa lalu yang sebenarnya masih tertutup sampai hari ini?

 Referensi:

"Political Lies: Altering Facts and Rewriting History" HAC Bard. Diakses pada Januari 2026

"Regimes Around the World are Manipulating History and Threatening Historians," History Guild. Diakses pada Januari 2026

"Politics of the past: the use and abuse of history". PSE. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More

[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD?

25 Jan 2026, 18:50 WIBScience
laura-plambeck-7BBrh9fZUhk-unsplash.jpg

Kenapa Singa Banyak Tidur?

24 Jan 2026, 07:24 WIBScience