Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Horned Curassow, Burung Hutan Tropis Bertanduk Asal Bolivia
burung horned curassow (ebird.org/Àlex Giménez)
  • Horned curassow adalah burung besar asal Bolivia dan Peru dengan tonjolan biru seperti tanduk di atas paruhnya, menjadikannya salah satu spesies paling unik di hutan tropis Amerika Selatan.
  • Spesies ini hidup di hutan pegunungan lembap pada ketinggian 400–1.500 meter, namun populasinya terancam akibat penebangan liar, fragmentasi habitat, dan ketergantungan tinggi pada hutan primer.
  • Berkembang biak lambat dengan hanya dua telur per musim, horned curassow kini berstatus Endangered menurut IUCN, mendorong upaya konservasi melalui perlindungan kawasan hutan di Bolivia dan Peru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Horned curassow (Pauxi unicornis) adalah salah satu burung hutan tropis paling unik di Amerika Selatan. Ciri paling mencolok dari spesies ini adalah tonjolan keras seperti tanduk berwarna kebiruan di atas paruhnya, sesuatu yang jarang ditemukan pada burung lain. Keberadaannya yang eksotis sekaligus misterius membuatnya sering disebut sebagai salah satu permata tersembunyi hutan tropis Bolivia dan Peru.

Meski tampilannya terkesan kuat dan tangguh, horned curassow justru menghadapi tekanan serius akibat kerusakan habitat dan perburuan. Populasinya gak sebanyak burung tropis lain yang lebih umum terlihat. Fakta-fakta tentang ukuran, perilaku, hingga status konservasinya memperlihatkan betapa rentannya spesies ini di alam liar. Yuk, kenali lebih dekat burung bertanduk unik yang jarang tersorot ini!

1. Ciri fisik unik dengan tanduk khas di atas paruh

burung horned curassow (ebird.org/Àlex Giménez)

Horned curassow memiliki panjang tubuh sekitar 85–95 cm dengan bobot yang bisa mencapai 3–4 kg. Ukuran ini membuatnya termasuk burung darat besar dalam keluarga cracidae. Tubuhnya dominan hitam dengan kilau kebiruan halus, sementara bagian perut bawah cenderung putih.

Ciri paling khas tentu saja tonjolan keras seperti tanduk berwarna biru pucat di atas paruh merahnya. Struktur ini bukan sekadar hiasan visual, tetapi bagian dari morfologi unik yang membedakannya dari kerabat dekatnya. Kaki yang kuat dan sayap lebar menandakan kemampuannya berjalan aktif di lantai hutan meski tetap mampu terbang jarak pendek.

2. Habitat terbatas di hutan pegunungan Amerika Selatan

burung horned curassow (ebird.org/Teodoro Camacho Reyes)

Horned curassow hidup di hutan hujan tropis dan hutan pegunungan lembap di Bolivia dan Peru. Spesies ini lebih sering ditemukan pada ketinggian sekitar 400 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan yang rapat dengan kanopi lebat menjadi tempat ideal untuk berlindung dan mencari makan.

Sayangnya, habitat ini semakin menyempit akibat penebangan liar dan ekspansi pertanian. Fragmentasi hutan membuat populasi terisolasi dan sulit berkembang biak secara optimal. Ketergantungan pada hutan primer menjadikan horned curassow sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

3. Perilaku darat dan peran penting dalam ekologi

burung horned curassow (ebird.org/Teodoro Camacho Reyes)

Sebagai burung yang lebih banyak beraktivitas di tanah, horned curassow menghabiskan waktu untuk mencari buah jatuh, biji, dan serangga kecil. Pola makan ini menjadikannya bagian penting dalam proses penyebaran biji di hutan tropis. Dengan bergerak dari satu area ke area lain, burung ini membantu regenerasi vegetasi alami.

Perilakunya cenderung pemalu dan menghindari kontak dengan manusia. Horned curassow lebih sering terlihat sendirian atau berpasangan dibandingkan berkelompok besar. Sikap hati-hati ini sebenarnya bentuk adaptasi alami terhadap predator dan gangguan eksternal.

4. Pola pembiakan yang lambat dan penuh tantangan

burung horned curassow (ebird.org/Teodoro Camacho Reyes)

Dalam musim berkembang biak, betina biasanya bertelur dua butir telur di sarang sederhana yang ditempatkan di pepohonan rendah. Masa inkubasi berlangsung sekitar satu bulan, dan anak burung memerlukan waktu cukup lama sebelum benar-benar mandiri. Proses ini menunjukkan bahwa reproduksi spesies ini gak berlangsung cepat.

Lambatnya siklus reproduksi membuat pemulihan populasi berlangsung sangat perlahan jika terjadi penurunan jumlah individu. Gangguan kecil pada musim bertelur dapat berdampak besar pada keberlangsungan generasi berikutnya. Faktor ini menjadi salah satu alasan kenapa status konservasinya sangat diperhatikan.

5. Status konservasi yang mengkhawatirkan

burung horned curassow (ebird.org/Teodoro Camacho Reyes)

Horned curassow saat ini berstatus Endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status ini menunjukkan adanya risiko tinggi terhadap penurunan populasi dalam jangka panjang. Ancaman utama datang dari perburuan dan hilangnya habitat alami.

Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan kawasan hutan dan penelitian populasi liar. Beberapa taman nasional di Bolivia dan Peru menjadi benteng penting bagi kelangsungan hidupnya. Meski begitu, tantangan tetap besar karena tekanan terhadap hutan tropis belum sepenuhnya berhenti.

Horned curassow bukan sekadar burung dengan tanduk unik, tetapi simbol rapuhnya ekosistem hutan tropis Amerika Selatan. Ukurannya yang besar, perilaku daratnya, serta siklus reproduksi yang lambat membuatnya sangat bergantung pada kelestarian habitat. Memahami fakta-fakta ini membuka kesadaran bahwa perlindungan hutan berarti juga menjaga kehidupan spesies langka seperti horned curassow. Semakin banyak perhatian pada satwa ini, semakin besar peluangnya tetap bertahan di alam liar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team