Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Jacana Jengger, Burung Unik yang Bisa Berjalan di Atas Air
Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (commons.wikimedia.org/peterichman)
  • Jacana jengger adalah burung air berukuran sedang dengan jengger merah mencolok dan kaki panjang yang memungkinkannya berjalan di atas tanaman apung di permukaan air.
  • Burung ini hidup di wilayah Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua, serta mendiami habitat rawa dan danau dengan vegetasi apung.
  • Jacana jengger memiliki sistem poliandri unik di mana betina punya banyak pasangan, sementara pejantan bertanggung jawab membangun sarang, mengerami telur, dan merawat anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jacana jengger atau Irediparra gallinacea merupakan burung air yang punya perilaku cukup unik. Bagaimana tidak, burung satu ini dikenal dengan kemampuan ajaibnya berjalan di atas permukaan air. Meski terdengar seperti sesuatu yang mustahil, kemampuan ini benar-benar dimiliki oleh burung satu ini, lho!

Burung unik satu ini memang jarang dikenal, tapi fakta-fakta tentangnya sangat menarik untuk dipelajari. Penasaran lebih lanjut dengan burung unik ini? Yuk, kenalan lebih dekat dengan burung jacana jengger lewat lima fakta menarik berikut ini!

1. Jengger merahnya jadi pesona utama yang mencuri perhatian

Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (flickr.com/sunphlo)

Satu hal yang pastinya menarik perhatian kamu dari burung ini adalah jengger merah di kepalanya. Dilansir Animalia, jacana jengger tergolong burung berukuran sedang. Burung jantan punya ukuran lebih kecil dibanding betina. Panjang tubuh jantan sekitar 20-22 cm dengan berat 68-84 gram. Sementara betina punya panjang tubuh sekitar 24-27 cm dengan berat sekitar 120-150 gram. Penampilan tubuh jacana jengger didominasi warna hitam, dengan bagian bawah tubuh berwarna putih tulang. Bagian kepalanya berwarna putih tulang dengan hiasan jengger merah di atasnya, sementara bagian belakang kepala hingga lehernya berwarna hitam.

Selain itu, ciri khas lain yang membuat jacana jengger terlihat unik adalah bentuk kakinya. Burung satu ini memiliki kaki berukuran besar yang terlihat tidak proporsional jika dibandingkan dengan tubuhnya. Jari-jari kakinya sangat panjang yang ternyata punya peran cukup krusial baginya.

2. Ternyata hidup dekat dengan kita di Indonesia

Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Jacana jengger ternyata bukanlah hewan yang jauh keberadaannya dari kita, lho. Hal ini karena burung berjengger merah ini ditemukan hidup di wilayah negara kita, Indonesia. Dilansir Animalia, jacana jengger bisa kita jumpai di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara, hingga Papua bagian utara dan tenggara. Selain di Indonesia, burung ini juga mendiami wilayah Filipina bagian selatan, Danau Lalili di Britania Baru, serta Australia bagian utara dan timur. Menarik, bukan? Meskipun tampak asing, ternyata burung cantik satu ini keberadaannya ada di dekat kita!

Nah, soal habitat, jacana jengger biasanya hidup di daerah lahan basah, rawa-rawa, dan danau dengan vegetasi tanaman apung yang melimpah. Tanaman apung seperti teratai dan eceng gondok ini memudahkannya berjalan dan mencari makan di area perairan dengan kaki panjangnya tersebut.

3. Perilakunya unik bisa berjalan di atas air

Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (commons.wikimedia.org/Lip Kee)

Jacana jengger dikenal memiliki kemampuan unik yang membuatnya bisa berjalan di atas air. Hal ini dimungkinkan berkat kaki dan jari-jari yang sangat panjang, sehingga ia bisa bergerak dengan santai di permukaan perairan. Sebenarnya, burung ini tidak benar-benar berjalan di atas air, melainkan di atas tanaman apung seperti daun teratai.

Dilansir A-Z Animals, jari-jari kakinya yang panjang membantu menyebarkan berat tubuh secara merata, sehingga daun tidak tenggelam saat diinjak. Kemampuan ini membuat jacana jengger dapat beraktivitas dengan mudah di habitat perairan dangkal. Karena keunikan tersebut, burung ini dijuluki lily trotter atau pelangkah teratai.

4. Sistem perkawinan unik, betina punya banyak pasangan

Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Jacana jengger memiliki sistem perkawinan yang cukup langka, yaitu poliandri. Dalam sistem ini, satu betina dapat memiliki beberapa pasangan jantan. Perilaku ini diduga sebagai hasil adaptasi evolusi untuk mengatasi tingginya risiko kehilangan telur di habitatnya. Dengan memiliki banyak pasangan, betina bisa menghasilkan lebih banyak telur yang dirawat oleh jantan berbeda. Strategi ini membuat peluang anaknya untuk bertahan hidup menjadi lebih besar.

5. Jantan dan betina punya peran yang terbalik

Jacana jengger (Irediparra gallinacea) (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Hal menarik lainnya dari jacana jengger adalah pembagian peran antara jantan dan betina. Jika pada kebanyakan burung betina yang mengerami telur, pada jacana justru jantan yang melakukan semuanya. Mulai dari membangun sarang, mengerami telur, hingga merawat anak, semua menjadi tanggung jawab pejantan.

Sementara itu, betina akan pergi mencari pasangan lain setelah bertelur. Peran yang tidak biasa ini membuat jacana jengger terlihat memiliki sistem keluarga yang terbalik dibandingkan burung lain. Justru dari keunikan inilah, jacana jengger menjadi salah satu burung paling menarik di dunia.

Itulah lima fakta menarik dari burung jacana jengger. Dengan keunikan bentuk tubuh dan perilakunya, burung ini jadi bukti bahwa alam selalu punya cara untuk selalu beradaptasi dengan lingkungannya yang unik. Gimana, jadi makin tertarik mengenal dunia burung lebih dalam? Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai dunia burung yang ternyata sangat luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team