Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kolibri costa
kolibri costa (commons.wikimedia.org/Pete Gregoire)

Intinya sih...

  • Kolibri costa memiliki warna tubuh yang mencolok dan indah

  • Populasi kolibri costa masih berlimpah, terutama di wilayah Amerika Serikat dan Meksiko

  • Teknik torpor digunakan oleh kolibri costa untuk menghemat energi saat malam hari

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menghampiri bunga yang mekar, burung kolibri berlagak layaknya kupu-kupu yang kelaparan. Sembari mengepakan saya dengan kecepatan tinggi, ia akan menyeruput nektar manis yang ada di dalam bunga. Punya warna mencolok seperti ungu dan hijau, burung tersebut juga mudah dikenali. Hadirkan banyak spesies, Calypte costae atau kolibri costa jadi salah satu yang cukup unik.

Sebagai burung kolibri spesies tersebut bisa ditemukan di wilayah tropis, tepatnya daerah Amerika Serikat dan Meksiko. Aktif di siang hari, kolibri costa akan melakukan torpor saat menghadapi malam yang sangat dingin. Ia memang kecil, tapi warna tubuhnya sangat mencolok dan indah. Mau tahu lebih dalam mengenai burung ini? Inilah beberapa fakta keren kolibri costa yang wajib kamu tahu!

1. Lehernya berwarna ungu

kolibri costa (commons.wikimedia.org/Alan Vernon)

Dilansir Audubon Field Guide, kolibri costa hanya mampu tumbuh hingga sepanjang 9 centimeter. Individu jantan memiliki "mahkota" dan leher berwarna ungu. Sementara itu, individu betina lebih kecil dan warnanya cenderung pudar, yaitu abu-abu, kecokelatan, dan perpaduan hijau di sayap. Seperti spesies lain, kolibri costa memiliki badan ramping, kecil, paruh panjang nan tipis, kaki mungil serta bulu yang halus. Bobotnya juga tak seberapa, yaitu 3,05 gram (jantan) dan 3,22 gram (betina).

2. Kolibri costa menghuni Meksiko dan Amerika Serikat

kolibri costa (commons.wikimedia.org/Alan Vernon)

Data dari BirdLife DataZone mengungkap fakta bahwa kolibri costa menghuni wilayah Amerika Serikat dan Meksiko, tepatnya di pesisir barat kedua negara tersebut. Los Angeles, Phoenix, dan Baja California merupakan beberapa wilayah penyebaran alaminya. Tak seperti spesies lain, kolibri costa lebih sering ditemukan di area terbuka. Savana, semak-semak, area pertanian, daerah berbatu, hingga gurun menjadi rumah bagi unggas ini. Saat ini populasinya juga masih berlimpah, bahkan tren populasi hewan ini terus meningkat.

3. Telurnya diinkubasi selama 15-18 hari

kolibir costa (commons.wikimedia.org/Pete Gregoire)

Laman Animal Diversity Web menjelaskan bahwa musim kawin burung ini bervariasi tergantung habitatnya. Namun, musim kawinnya pasti terjadi di antara bulan Januari hingga Maret. Individu jantan dan betina tidak saling berpasang-pasangan. Sebaliknya mereka hanya berinteraksi dan bereproduksi saat musim kawin. Sekitar 1-3 minggu sebelum masa bertelur, burung jantan akan datang ke area kawin.

Individu betina bertugas sebagai pihak yang membuat sarang. Sarangnya sendiri dibuat di pepohonan yang tingginya sekitar 1-2 meter. Dengan begitu, sarangnya bisa aman dari ancaman predator atau hal lain. Telurnya akan diinkubasi atau dierami sekitar 15-18 hari. Setelah menetas anakannya akan dirawat sekitar 20-23 hari. Ketika mencapai usia 1 tahun, barulah burung ini mencapai kedewasaan.

4. Makanan utamanya adalah nektar dan serangga

kolibri costa (commons.wikimedia.org/Lorie Shaull)

Seperti spesies lain, kolibri costa sangat suka memakan nektar bunga. Namun, laman Animalia menerangkan kalau burung ini juga kerap memangsa serangga berukuran kecil. Beberapa bunga kesukaannya adalah Anisacanthus thurberi, Delphinium scaposum, Hyptis emoryi, dan Cereus giganteus. Demi memenuhi kebutuhan protein harian, dalam sehari kolibri costa harus mengonsumsi sekitar 45 mg nitrogen per hari. Di sisi lain, kolibri costa akan menangkap serangga yang sedang terbang atau menempel di sekitar bunga. Semut, kumbang, ulat, atau kutu semuanya masuk ke menu makanan hewan ini.

5. Kolibri costa melakukan torpor saat malam hari

kolibir costa (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Secara umum kolibri costa merupakan hewan diurnal yang sangat aktif pada siang hari. Terbang rendah di langit dan bertengger menjadi kegiatan favoritnya. Saat malam tiba? Aktivitas burung ini akan berkurang secara drastis dan ia lebih memilih untuk beristirahat. Dilansir iNaturalist, bahkan kolibri costa akan melakukan torpor saat suhu di malam hari terlalu dingin. Torpor sendiri merupakan kegiatan berdiam diri dengan cara menurunkan metabolisme, pernafasan, dan detak jantung dalam upaya menghemat energi.

Burung mungil ini bukanlah hewan yang bisa dipandang sebelah mata. Sebab, ukurannya sama sekali bukan penghalang baginya untuk hidup dan beraktivitas. Terus hidup dan beterbangan dengan bebas, kolibri costa mewarnai alam dengan warna tubuhnya yang cerah dan menawan. Di tengah ekspansi manusia, kolibri costa juga tetap bisa bertahan dan hal tersebut menunjukan kalau ia sangat adaptif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team