Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kolibri Tenggorokan Anggur, Warna Bulunya Sangat Menawan
kolibri tenggorokan anggur terkenal akan warna bulu mereka yang menawan (inaturalist.org/Abraham Alejandro Gómez Landero)

Kolibri (ordo Apodiformes) merupakan salah satu keluarga burung dengan jumlah spesies sangat bervariasi. Dilansir Discover Wildlife, total terdapat 350 spesies burung kolibri berbeda yang tersebar di kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Ya, burung yang satu ini hanya bisa ditemukan di kawasan Dunia Baru dan mereka dikenal sebagai burung migrasi terkecil di dunia.

Nah, kali ini, kita akan membahas salah satu spesies burung kolibri yang cukup menarik, yaitu kolibri tenggorokan anggur (Selasphorus ellioti). Warna bulu mereka didominasi hijau metalik dengan corak hitam dan putih di beberapa titik. Selain itu, ciri khas dari kolibri ini terletak pada bulu berwarna ungu cerah di area leher mereka.

Untuk ukurannya, kolibri tenggorokan anggur terbilang cukup kecil. Panjang tubuh mereka sekitar 8—9 cm saja dengan ekor yang cenderung pendek dibandingkan saudara mereka yang lain. Kalau penasaran dengan fakta lengkap dari kolibri tenggorokan anggur, yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1. Peta persebaran dan habitat

ilustrasi peta persebaran kolibri tenggorokan anggur (commons.wikimedia.org/Cephas)

Sama seperti burung kolibri lainnya, kolibri tenggorokan anggur juga hidup di kawasan Amerika. Secara spesifik, mereka ditemukan di Amerika Tengah. Dilansir Birdlife, negara-negara seperti Meksiko, Guatemala, Belize, El Salvador, dan Honduras jadi rumah bagi si mungil yang menawan ini.

Kolibri tenggorokan anggur menjadikan hutan hujan sebagai habitat utama mereka. Terkadang burung ini juga bisa ditemukan di hutan lain, semisal hutan pinus dan semak belukar yang lembab. Menariknya, hutan yang jadi pilihan burung ini cenderung berada di dataran tinggi dan pegunungan. Rata-rata kolibri tenggorokan anggur ditemukan pada ketinggian 1.500—2.500 meter di atas permukaan laut.

2. Burung yang bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar

potret kolibri tenggorokan anggur yang bersantai di atas daun (inaturalist.org/Adam Jackson)

Kolibri tenggorokan anggur merupakan herbivor atau tepatnya nektivor. Mereka akan mencari berbagai jenis tanaman bunga dan menghisap nektar di dalamnya dengan paruh mereka yang lurus dan panjang. Saat makan, kolibri tenggorokan anggur akan terbang di tempat, maju, ataupun mundur layaknya spesies burung kolibri lainnya. Nah, ada satu fakta menarik dari kebiasaan makan mereka, dimana burung ini terbilang cukup rakus, lho.

Avian Discovery melansir bahwa metabolisme tubuh kolibri tenggorokan anggur membuat si mungil ini mampu mengonsumsi nektar dalam jumlah besar tiap harinya. Diketahui, mereka bisa mengonsumsi nektar hingga dua kali lipat dari bobot tubuh mereka. Di balik pola konsumsi mereka yang "rakus" itu, sebenarnya kolibri tenggorokan anggur membawa dampak yang sangat baik bagi lingkungan mereka, lho.

3. Burung dengan dimorfisme seksual

potret kolibri tenggorokan anggur yang punya bulu berwarna lebih polos (inaturalist.org/Fernando Bautista)

Layaknya mayoritas jenis burung di seluruh dunia, kolibri tenggorokan anggur tergolong hewan yang memiliki dimorfisme seksual. Hal tersebut berarti ada perbedaan mencolok antara jantan dan betina dari spesies ini. Cara paling mudah untuk mengidentifikasi perbedaan kedua jenis kelamin dari burung ini bisa dilihat dari warna bulu mereka.

Dilansir eBird, hanya kolibri tenggorokan anggur jantan yang memiliki bulu khas berwarna ungu di lehernya. Selain itu, warna hijau pejantan juga cenderung lebih cerah dengan ekor pendek berwarna putih. Di sisi lain, betina bulu betina lebih polos dan pudar dengan beberapa totol hitam di sekujur tubuhnya. Oh iya, berkat warna bulu mereka, kolibri tenggorokan anggur dijadikan simbol kecantikan dan kebahagiaan pada beberapa kebudayaan, lho.

4. Sistem reproduksi

potret sarang dari kolibri tenggorokan anggur (inaturalist.org/Abraham Alejandro Gómez Landero)

Musim kawin bagi burung ini biasa berlangsung selama bulan Agustus hingga Februari. Sebelum kawin, kolibri tenggorokan anggur jantan akan melakukan berbagai ritual unik untuk menarik perhatian betina. Utamanya, mereka akan memanfaatkan bulu berwarna ungu di lehernya yang bisa mengembang cukup besar.

Selain itu, pejantan burung ini akan terbang ke kanan dan kiri secara berulang-ulang layaknya bandul jam di depan betina, dilansir Birds in Guatemala. Ditambah lagi, jantan turut mengeluarkan berbagai jenis kicauan yang menarik untuk didengar. Kalau ada pejantan lain di sekitar, mereka biasanya akan saling bertarung demi memperebutkan betina. 

Setelah kawin, betina akan mengambil tanggung jawab dalam membangun sarang sendirian. Sarang ini terbuat dari ranting, lumut, bulu, hingga jaring laba-laba yang terletak di atas pohon tertentu. Betina biasanya hanya akan mengeluarkan 1—2 butir telur. Dalam urusan menjaga anak, lagi-lagi betina harus melakukannya sendiri sampai anak-anaknya bisa hidup mandiri.

5. Status konservasi dan peran penting untuk alam

Meski sekarang masih stabil, populasi kolibri tenggorokan anggur dapat terdampak oleh aktivitas manusia di masa depan. (commons.wikimedia.org/Daniel Germer)

Status populasi kolibri tenggorokan anggur bisa dibilang ada pada tingkat yang stabil. Selain itu, IUCN Red List melabeli mereka dalam kategori kekhawatiran rendah (least concern). Mereka memang memiliki begitu banyak predator yang mengancam, tetapi justru kegiatan manusia lah yang punya peluang besar merusak populasi burung ini. Deforestasi hingga perubahan iklim dinilai dapat mengganggu populasi kolibri tenggorokan anggur di masa yang akan datang.

Padahal, burung mungil yang satu ini punya peran yang sangat penting bagi ekosistem sekitar mereka, lho. Dilansir Avian Discovery, kebiasaan kolibri tenggorokan anggur mengonsumsi nektar dalam jumlah besar membuat mereka jadi polinator atau penyerbuk yang sempurna bagi berbagai jenis tanaman bunga. Menariknya, bunga-bunga yang merasakan manfaat dari kehadiran kolibri tenggorokan anggur ini justru beradaptasi dengan menghadirkan kuncup bunga yang dapat menarik perhatian mereka, lho.

Satu fakta menarik lain dari kolibri tenggorokan anggur terletak pada mata. Sama seperti spesies burung kolibri lain, mereka memiliki empat tipe reseptor berbeda pada kerucut mata sehingga burung ini bisa melihat sinar ultraviolet, sesuatu yang mustahil bisa kita lakukan. Jadi, biarpun tubuhnya kecil, kolibri tenggorokan anggur punya begitu banyak hal istimewa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team