Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agapanthus (pexels.com/André Ulysses De Salis)
Agapanthus (pexels.com/André Ulysses De Salis)

Intinya sih...

  • Agapanthus adalah tanaman hias berbunga lonceng asal Afrika Selatan, tumbuh setinggi 30-120 cm dengan daun hijau evergreen atau deciduous.
  • Bunga agapanthus tumbuh secara bergerombol dengan warna bervariasi dan bisa berbunga hingga enam bulan, menarik berbagai hewan penyerbuk.
  • Meskipun disebut "lily Afrika," agapanthus lebih dekat hubungannya dengan bawang putih dan Narcissus, memiliki makna sebagai simbol cinta abadi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang langsung terpikat dengan bunga bergerombol yang cantik ini? Yap, ini adalah agapanthus (Agapanthus africanus), tanaman berbunga yang juga dikenal dengan sebagai lily of the Nile atau lily Afrika. Sesuai namanya, tanaman ini berasal dari Afrika Selatan dan sering digunakan sebagai penghias taman.

Namun, apakah kamu tahu? meskipun sering disebut sebagai "lily Afrika", agapanthus sebenarnya tidak memiliki hubungan dekat dengan tanaman lily, lho! justri, tanaman cantik ini lebih berkerabat dekat dengan bawang putih. Penasaran bagaimana bisa? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai lima fakta menarik agapanthus di artikel ini!

1. Memiliki batang tinggi dan kokoh dengan bunga cantik yang mekar bergantian

Agapanthus (pexels.com/Jeffry S.S)

Agapanthus merupakan tanaman hias tahunan yang memiliki bunga berbentuk lonceng. Bunganya tumbuh di atas batang yang tinggi dengan daun panjang dan melebar dari pangkal. Dilansir Gardenia, agapanthus bisa tumbuh setinggi 30 hingga 120 cm.  Daun agapanthus bisa tetap hijau sepanjang tahun (evergreen) maupun rontok sesuai musim (deciduous), tergantung jenisnya. Warna daunnya pun beragam, mulai dari hijau tua, hijau terang, abu kehijauan, hingga biru kehijauan.

Bunga agapanthus tumbuh secara bergerombol dengan jumlah lebih dari 20 hingga 100 tangkai bunga dalam satu batang dan diameter kluster bunganya bisa mencapai 20 cm. Warna bunganya bervariasi, mulai dari warna biru, merah muda, ungu, dan putih sering kali dengan garis gelap di tengah kelopaknya.

2. Masa pembungaannya panjang, bisa mencapai 6 bulan!

Agapanthus (pexels.com/Mathias Reding)

Salah satu daya tarik utama agapanthus adalah masa pembungaannya yang panjang. Dilansir the Spruce, tanaman ini bisa berbunga hingga enam bulan, mulai dari awal musim panas hingga musim gugur.

Selama periode ini, agapanthus akan menghasilkan bunga-bunga menawan yang bergerombol, dengan warna-warna cerah. Keberadaan bunga-bunga ini tidak hanya mempercantik taman ataupun kebun, namun juga menarik berbagai hewan penyerbuk, seperti lebah, kupu-kupu, dan burung kolibri.

3. Berkerabat dekat dengan bawang putih, bukan lily

Agapanthus (pexels.com/Pixabay)

Meskipun sering disebut dengan nama lily Afrika atau lily of the Nile,  agapanthus sebenarnya  tidak memiliki hubungan dekat dengan tanaman lily, lho! Dilansir Flower style, nama ini lebih mengacu pada bentuk bunganya yang mirip bunga lily. Sebagai anggota keluarga Amaryllidaceae, tanaman ini justru lebih dekat hubungannya dengan bawang putih dan Narcissus (dafodil). Hubungan ini terlihat dari beberapa karakteristik mereka yang mirip, seperti struktur akar rimpangnya yang menyerupai umbi.

4. Simbol cinta abadi dalam mitologi Yunani

Agapanthus (pexels.com/Atypeek Dgn)

Bunga agapatnhus bukan sekadar tanaman hias, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol cinta abadi. Dilansir Thursd, nama agapanthus sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “agape” yang berarti cinta, dan “anthos” yang berarti bunga. Jika digabungkan, namanya berarti “bunga cinta”, melambangkan keindahan dan romantisme. Bahkan dalam mitologi Yunani, bunga ini sering diberikan sebagai tanda kasih sayang untuk orang terkasih. Bunganya menjadi simbol cinta abadi atau cinta yang tidak pernah padam. Selain itu, agapanthus juga dikaitkan dengan kemurnian, kesuburan, dan kecantikan, sehingga sering dijadikan hadiah dalam berbagai perayaan.

5. Mengandung racun yang bisa menyebabkan iritasi

Agapanthus (pexels.com/Hernan Berwart)

Di balik keindahannya, agapanthus mengandung racun yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pencernaan jika tertelan. Dilansir Plant Addictic, seluruh bagian tanaman ini mengandung saponin. Senyawa ini bisa menyebabkan iritasi saluran pencernaan, meskipun tidak menyebabkan keracunan parah atau kematian. Oleh karena itu, penting untuk menempatkan tanaman ini di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bagaimana, menarik bukan fakta dari agapanthus ini? Tanaman berbunga dari Afrika ini menjadi salah satu tanaman hias favorit para pecinta taman. Namun, kita perlu berhati-hati karena tanaman ini bisa menyebabkan iritasi kulit ketika terkena getahnya. Selain itu, untuk mencegah terjadinya keracunan, pastikan tanaman ini ditempatkan di luar jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team