Tak hanya di pohon atau hutan, burung juga bisa ditemukan di perairan. Nah, hal tersebut tercermin pada Mycteria ibis atau bangau paruh kuning. Ia merupakan burung terestrial semi akuatik. Artinya, bangau paruh kuning menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tanah dan sekitar perairan.
Bangau paruh kuning mudah dikenali dari warna paruhnya. Ia merupakan spesies bangau berukuran sedang, tetapi ukurannya jauh lebih besar dari burung lain seperti pipit atau gagak. Bangau ini juga merupakan predator, bahkan strategi berburunya terbilang unik, lho. Bagaimana bangau paruh kuning bisa bertahan hidup di alam liar yang keras? Yuk, kita cari tahu!
