Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
foto Lyrurus tetrix
foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/tatyanazarubo)

Intinya sih...

  • Ritual di musim semi yang spektakuler

  • Jantan black grouse berkumpul di arena lekking ground untuk menarik perhatian betina dengan tarian agresif dan pameran ekor berbentuk lyre.

  • Dimorfisme seksual yang ekstrem

  • Jantan hitam legam dengan kilau biru, sementara betina memiliki bulu coklat keabu-abuan untuk kamuflase saat mengerami telur.

  • Ahli bertahan di musim dingin yang ekstrem

  • Black grouse memiliki adaptasi unik seperti jari-jari kaki berjumbai kecil untuk berjalan di atas salju dan diet tunas pohon saat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di padang rumput terbuka, rawa gambut, dan tepi hutan boreal Eurasia, setiap musim semi menjadi saksi sebuah ritual purba yang penuh energi dan persaingan. Spesies ini memiliki nama ilmiah Lyrurus tetrix, atau lebih dikenal sebagai Black Grouse. Spesies burung ini merupakan salah satu simbol dari alam liar utara yang tak tersentuh, di mana keindahan kontras antara jantan hitam-metalik dengan betina yang tersamar, dan tarian kolektif mereka yang penuh semangat, telah memikat pengamat burung dan naturalis selama berabad-abad.

Sebagai salah satu penghuni khas lanskap terbuka, kehidupan L. tetrix adalah kisah tentang seleksi seksual yang dramatis, adaptasi musim dingin yang keras, dan ketahanan menghadapi perubahan lanskap modern. Mari kita ulas pertunjukan alam yang dikenal sebagai "lek" ini.

1. Ritual di musim semi yang spektakuler

foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/vladimir_bryukhov)

Perilaku paling ikonik dari Black Grouse adalah sistem perkawinan "lek". Pada pagi-pagi buta di musim semi, jantan (blackcock) berkumpul di arena tradisional terbuka yang disebut lekking ground. Di sini, burung black grouse berhadap-hadapan, menampilkan tarian agresif dan penampilan visual untuk mendominasi dan menarik perhatian betina (greyhen).

Ritual ini melibatkan lompatan, kepakan sayap, pertengkaran singkat, dan terutama pameran ekor berbentuk lyre (lyre-shaped tail) yang dikembangkan dan ditampilkan dalam pose karakteristik. Betina mengamati dari pinggir arena dan akan memilih jantan dominan di tengah untuk dikawini.

2. Dimorfisme seksual yang ekstrem

foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/vladimir_bryukhov)

Fakta menarik selanjutnya adalah dari dimorfisme seksual yang cukup ekstrem jika dibandingkan dengan kerabat spesiesnya. Perbedaan penampilan antara jantan dan betina sangat mencolok dan merupakan salah satu yang paling ekstrem di antara burung.

Pada penampilan jantan terlihat hitam legam dengan kilau biru atau kehijauan metalik, alis merah terang (comb) di atas mata, ekor panjang dengan ujung melengkung seperti lyre, dan bagian bawah sayap putih yang kontras, yang hanya terlihat saat terbang. Sedangkan pada betina memiliki bulu berwarna coklat keabu-abuan dengan corak garis-garis dan bintik-bintik, memberikan kamuflase sempurna saat mengerami telur di sarang tanah. Ukurannya lebih kecil dan ekornya hanya sedikit bercabang.

3. Ahli bertahan di musim dingin yang ekstrem

foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/tatyanazarubo)

Tak hanya dari penampilan yang unik spesies black grouse merupakan salah satu spesies spesialis yang mampu bertahan hidup di musim dingin utara yang keras. Adaptasi yang luar biasa adalah kunci untuk bertahan hidup ditengah musim dingin yang sangat ekstrem.

Salah satu adaptasi dari spesies ini adalah bentuk jari-jari kaki di musim dingin akan tumbuh jumbai-jumbai kecil seperti sisir (pectinations) di sisi jari, yang berfungsi sebagai raket salju alami untuk membantunya berjalan di atas salju tanpa tenggelam. Kemudian black grouse akan melakukan diet ketika musim dingin. Ketika makanan lain tertutup salju, spesies ini akan memakan tunas dan ranting pohon birch dan alder, serta kuncup-kuncup tanaman lain.

4. Penampilan terbang yang khas dan suara unik

foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/tatyanazarubo)

Kalian kira spesies ini hanya mampu bertahan hidup di musim dingin yang ekstrem adalah satu-satunya keunikannya? Tentu tidak, yang paling menarik adalah ketika spesies ini terbang. Saat terbang, Black Grouse memiliki siluet yang khas dengan sayap yang lebar dan membulat. Yang paling mencolok adalah pada bagian bawah sayap jantan yang berwarna putih bersih, menciptakan kontras dramatis dengan tubuh hitamnya dan mudah dikenali dari kejauhan.

Suara mereka juga unik dan menjadi soundtrack ritual lek. Suara utama terdiri dari desisan panjang dan berirama ("whooo-ooo-shhh") yang diikuti oleh serangkaian suara "roe-ko-ko" atau "choo-ee" yang menggelegar. Suara ini dapat terdengar dari jarak jauh di pagi yang sepi.

5. Spesialis habitat mosaik dan ancaman modern

foto Lyrurus tetrix (inaturalist.org/vladimir_bryukhov)

Black Grouse membutuhkan habitat mosaik yang menggabungkan area terbuka (untuk lekking dan mencari makan) dengan hutan atau semak belukar lebat (untuk berlindung dan bersarang). Mereka sangat bergantung pada rawa gambut, padang rumput montana, dan hutan birch konifer.

Populasi mereka mengalami penurunan di banyak wilayah Eropa disebabkan oleh salah satunya adalah intensifikasi pertanian. Hilangnya habitat padang rumput tradisional dan pengeringan rawa.

Itulah 5 fakta menarik dari black grouse yang wajib kalian ketahui. Melindungi Black Grouse berarti melestarikan tidak hanya spesies itu sendiri, tetapi juga seluruh kompleksitas habitat mosaik alami yang menjadi panggung kehidupannya—rawa gambut yang tenang, padang rumput berbunga, dan hutan boreal yang luas. Setiap desahan dan panggilan "roe-ko-ko" di pagi yang berkabut adalah seruan agar kita menghormati dan menjaga ruang liar yang tersisa, memastikan bahwa tarian musim semi yang kuno ini terus diwariskan untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team