foto Polyspina piosae (inaturalist.org/glen_whisson)
Sebagai anggota famili Tetraodontidae, P. piosae memiliki pertahanan ganda yang khas yaitu kemampuannya dalam mengembung serta memiliki racun tetrodotoxin. Spesies ini mampu dengan cepat menelan air atau udara untuk menggembungkan tubuhnya, membuat ukurannya membesar dan durinya menegak.
Selain itu jaringan tubuh Polyspina piosae atau orangebarred puffer, terutama hati dan ovarium, sangat mungkin mengandung neurotoksin mematikan tetrodotoxin (TTX) yang sama seperti yang dimiliki kerabat dekatnya (seperti ikan buntal dan ikan fugu). Racun ini melindunginya dari pemangsaan, dan menjadi peringatan bagi predator maupun manusia bahwa ikan mungil ini bukanlah mangsa yang aman.
Setelah mempelajari 5 fakta menarik Polyspina piosae atau orangebarred puffer, kita tahu bahwa spesies ini merupakan mutiara tersembunyi dari dunia laut dalam Indonesia. Keberadaannya sebagai genus tunggal dengan pola duri yang khas mengisyaratkan betapa banyak cerita evolusi yang masih belum terungkap di kedalaman samudra.
Sebagai penghuni zona twilight yang misterius, ikan ini menghadapi ancaman tersembunyi seperti penangkapan ikan yang merusak (bottom trawling) dan perubahan iklim yang memengaruhi ekosistem karang dalam. Melindungi Polyspina piosae berarti melestarikan habitat karang mesofotik yang rapuh dan masih sedikit dipahami. Setiap penemuan tentangnya adalah pengingat bahwa lautan kita masih menyimpan keajaiban yang menunggu untuk ditemukan, sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaganya sebelum keunikan itu punah dalam keheningan kegelapan laut.