Dalam dunia militer, rudal balistik adalah jenis roket yang diluncurkan tinggi ke atmosfer sebelum jatuh kembali mengikuti gaya gravitasi untuk menghantam sasaran dengan kecepatan luar biasa. Bagi Iran, teknologi ini bukan sekadar senjata, melainkan pilar pertahanan terpenting mereka. Sebagai pemilik armada rudal terbesar di Timur Tengah, Iran mengembangkan berbagai rudal jarak pendek hingga menengah untuk menutupi kelemahan angkatan udaranya yang terhambat oleh sanksi internasional selama puluhan tahun.
Program ini dijalankan secara mandiri melalui kolaborasi antara Organisasi Industri Dirgantara (AIO) dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Iran membangun kekuatan rudal ini sebagai pesan tegas kepada para pesaing regional dan global seperti Arab Saudi, Israel, hingga Amerika Serikat. Namun, di balik kecanggihan teknologinya, pengawasan ketat dunia internasional terus membayangi, terutama terkait isu pengembangan hulu ledak nuklir yang memicu berbagai sanksi ekonomi.
Lantas, sejauh mana sebenarnya jangkauan dan daya hancur dari teknologi rudal yang menjadi kebanggaan sekaligus kontroversi bagi Iran ini? Mari kita bedah!
