Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Schinia volupia
schinia volupia (inaturalist.org/firebugzy)

Intinya sih...

  • Schinia volupia memiliki warna merah muda dan kuning yang menyerupai kelopak bunga, menciptakan kamuflase alami.

  • Ngengat ini hanya hidup pada tanaman inang tertentu, seperti bunga Gaillardia, yang juga menjadi tempat bertelur.

  • Warna cerahnya berfungsi sebagai kamuflase di siang hari, membuatnya aman dari predator dan memanfaatkan cahaya lampu pada malam hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Schinia volupia adalah salah satu ngengat paling memikat dari Amerika Utara yang dikenal karena warnanya yang menyerupai kelopak bunga. Kombinasi merah muda dan kuning keemasan membuatnya sering disangka bagian dari bunga kecil. Kemampuannya untuk menyatu dengan lingkungan menjadikannya spesies yang unik dan menarik untuk dipelajari.

Keindahan Schinia volupia tidak hanya terletak pada warnanya, tetapi juga pada perilaku dan hubungan ekologisnya. Spesies ini memiliki keterikatan khusus dengan bunga tertentu yang menjadi sumber makanan sekaligus tempat bertelur. Mari kita simak 5 fakta menarik ngengat cantik yang mirip dengan kelopak bunga ini.

1. Warnanya menyerupai kelopak bunga

schinia volupia (inaturalist.org/blake hendon)

Schinia volupia memiliki kombinasi warna merah muda dan kuning yang sangat menyerupai bunga. Dilansir Butterflies at Home, pola warna tersebut berfungsi sebagai kamuflase alami saat ia hinggap di kelopak tanaman inangnya. Warnanya yang mencolok membuatnya terlihat seperti bagian dari bunga, bukan serangga.

Kepalanya sering tampak berwarna keemasan, menciptakan tampilan lembut seperti serbuk sari. Ciri unik ini menjadikannya salah satu ngengat dengan penampilan paling artistik di alam liar. Banyak fotografer alam menyukai spesies ini karena keindahannya yang terlihat alami dan tidak biasa.

2. Hanya hidup pada tanaman inang tertentu

schinia volupia (inaturalist.org/Curren Frasch)

Ngengat ini memiliki hubungan erat dengan bunga Gaillardia, yang menjadi sumber nektar utamanya. Mengutip Journal of the Lepidopterists' Society, tanaman tersebut juga sekaligus menjadi tempat Schinia volupia bertelur dan berkembang. Hubungan ini termasuk hubungan spesifik antara ngengat dan tanaman liar.

Karena ketergantungan tersebut, persebaran Schinia volupia sangat dipengaruhi oleh keberadaan tanaman inangnya. Jika populasi Gaillardia menurun, maka populasi ngengat ini ikut terancam. Hal ini membuat Schinia volupia menjadi indikator kecil kesehatan ekosistem padang rumput.

3. Warna terangnya jadi kamuflase sempurna, bukan untuk menarik perhatian

schinia volupia (inaturalist.org/Tanner Shepard)

Schinia volupia memiliki pola warna merah, kuning, oranye yang sangat mirip dengan kelopak bunga Gaillardia, tanaman inangnya. Southern Lepidopterists' News menyebutkan bahwa alih-alih menonjol, warna cerah ini justru berfungsi sebagai kamuflase yang efektif. Saat beristirahat di atas bunga, tubuhnya hampir tidak bisa dibedakan dari kelopak, membuatnya aman dari predator di siang hari.

Sejumlah pengamat mencatat bahwa ngengat ini sering ditemukan diam di bunga menunggu malam tiba, menunjukkan bahwa ia memanfaatkan kamuflase pada siang hari. Selain itu, spesies ini juga tercatat tertarik pada cahaya lampu, suatu perilaku umum pada banyak ngengat malam. Jadi meski warna tubuhnya sangat cerah, fungsi utamanya bukan untuk menarik pasangan, melainkan menyamar secara sempurna di lingkungan alaminya.

4. Ukurannya kecil dan sangat ringan

schinia volupia (inaturalist.org/jwh1979)

Schinia volupia tergolong ngengat kecil dengan bentang sayap sekitar 20-22 milimeter. Ukuran mungil ini memudahkannya bersembunyi di antara kelopak bunga. Karena itu, banyak orang tidak menyadari kehadirannya meski warnanya cerah.

Tubuhnya yang ringan membuatnya mudah bermanuver di sekitar tanaman inang. Ini membantu saat ia mencari tempat bertelur atau menghindari predator kecil. Ukuran kompaknya menjadi salah satu keunggulan adaptif spesies ini.

5. Siklus hidupnya sangat dipengaruhi musim

schinia volupia (inaturalist.org/Leif)

Schinia volupia menunjukkan pola aktivitas yang mengikuti musim mekar tanaman inangnya, terutama Gaillardia. Southern Lepidopterists' News menginformasikan bahwa periode kemunculannya biasanya tercatat dari musim semi hingga akhir musim panas di berbagai wilayah Amerika Utara. Pola ini menunjukkan adanya hubungan erat antara waktu perkembangan ngengat dan ketersediaan sumber makanan alami.

Dalam beberapa laporan lapangan, kemunculannya dapat berlangsung selama beberapa bulan, menandakan bahwa aktivitas reproduksinya sangat bergantung pada stabilitas kondisi lingkungan. Perubahan cuaca atau pergeseran musim berbunga dapat memengaruhi jumlah individu yang berhasil berkembang. Hal ini menjadikan Schinia volupia sebagai contoh menarik betapa sensitifnya serangga kecil terhadap dinamika ekosistem sekitarnya.

Schinia volupia bukan sekadar ngengat kecil berwarna cerah, tetapi spesies yang menunjukkan keindahan dan kecerdikan adaptasi alam. Warnanya yang mirip kelopak bunga hingga hubungan erat dengan tanaman inang membuatnya menjadi serangga yang menarik untuk dipelajari. Melihat ngengat ini seperti melihat harmoni antara warna, perilaku, dan ekologi dalam satu makhluk kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team