Patung dari Paus Gregorius XIII yang meresmikan sistem penanggalan Masehi. (timeanddate.com)
Nah, sampai detik ini, kita masih menggunakan sistem kalender dan penanggalan Masehi Gregorian. Apa itu? Secara umum, penanggalan ini merupakan sistem yang dibangun oleh Dr. Aloysius Lilius dari Italia dan diresmikan oleh Paus Gregorius XIII pada 24 Februari 1582. Patokan dari sistem penanggalan ini adalah Masehi atau kelahiran Yesus Kristus pada 2 ribu tahun lalu.
Dicatat dalam laman History, penanggalan Masehi Gregorian sebetulnya masih merupakan bentuk modifikasi dan penyempurna dari penanggalan Julius. Sistem kabisat dan penghitungan pergerakan Matahari lebih disempurnakan lagi, mengingat ada banyak musim yang silih berganti di seluruh dunia.
Oh, ya, dalam Masehi Gregorian, dihitung pula waktu revolusi Bumi sebanyak 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik. Hal inilah yang tidak pernah bisa dilakukan oleh Julius Caesar. Sehingga, dengan sistem Masehi Gregorian, selisih waktu yang terjadi di seluruh dunia bisa dikonversi dengan tepat sesuai dengan pergerakan Bumi.
Nah, beberapa perkembangan mengenai sistem kalender di dunia ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama, bukan? Penanggalan pun berevolusi dan terus mengalami perubahan sesuai zaman serta mengikuti pergerakan Bumi mengelilingi Matahari.