Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Swift Feather Legged Fly, Lalat Kaki Bulu si Pengendali Hama
lalat trichopoda pennipes (inaturalist.org/duke_d360005)
  • Trichopoda pennipes atau Swift Feather-legged Fly dikenal dengan kaki belakang berbulu unik dan berperan penting sebagai parasitoid alami bagi serangga perusak tanaman, khususnya stink bug.
  • Lalat ini membantu petani mengendalikan hama secara ramah lingkungan melalui pengendalian hayati, mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
  • Tersebar luas di benua Amerika, lalat dewasa memakan nektar bunga sehingga juga berkontribusi sebagai penyerbuk tambahan dalam ekosistem yang mendukung keberlanjutan alam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di antara beragam serangga yang hidup di sekitar manusia, ada satu spesies yang tampil mencolok sekaligus bermanfaat bagi pertanian. Trichopoda pennipes, atau yang dikenal sebagai Swift Feather-legged Fly, adalah lalat parasit dengan ciri khas kaki belakang berbulu menyerupai kipas kecil. Meski ukurannya relatif kecil, perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem ternyata sangat besar.

Spesies ini termasuk dalam keluarga Tachinidae, kelompok lalat yang terkenal sebagai parasitoid serangga lain. Alih-alih dianggap hama, kehadirannya justru membantu mengendalikan populasi serangga perusak tanaman secara alami. Yuk, kita simak 5 fakta menarik lalat kaki bulu si pengendali hama ini!

1. Memiliki ciri kaki berbulu yang unik

lalat trichopoda pennipes (inaturalist.org/Peggy Rudman)

Ciri paling mencolok dari Swift Feather-legged Fly adalah struktur berbulu pada kaki belakangnya, terutama pada individu jantan. Rambut-rambut halus tersebut membentuk semacam kipas kecil yang membuatnya mudah dikenali dibanding lalat lain. Keunikan ini juga menjadi alasan munculnya nama "feather-legged" atau kaki berbulu.

Mengutip National Center for Biotechnology Information, struktur ini juga diduga berperan dalam perilaku kawin dan komunikasi antarindividu. Jantan biasanya memiliki ornamen yang lebih mencolok dibanding betina, menunjukkan adanya dimorfisme seksual. Perbedaan ini membantu peneliti membedakan jenis kelamin dalam studi lapangan.

2. Parasit alami bagi stink bug

lalat trichopoda pennipes (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Lalat ini dikenal sebagai parasitoid bagi serangga dari keluarga Pentatomidae, termasuk berbagai jenis stink bug yang merusak tanaman pertanian. Mengutip Biology Journal, betina akan meletakkan telur di tubuh inangnya, biasanya pada bagian luar tubuh serangga tersebut. Larva yang menetas kemudian masuk ke dalam tubuh inang dan berkembang dengan memanfaatkan jaringan tubuhnya.

Proses ini pada akhirnya menyebabkan kematian inang sebelum mencapai tahap reproduksi optimal. Dengan cara tersebut, populasi hama dapat ditekan secara alami tanpa intervensi bahan kimia. Inilah yang membuatnya sangat dihargai dalam sistem pengendalian hama terpadu.

3. Berperan penting dalam pertanian

lalat trichopoda pennipes (inaturalist.org/Dan Jones)

Keberadaan Swift Feather-legged Fly memberikan kontribusi besar dalam mengendalikan hama pertanian seperti southern green stink bug. Petani dan peneliti memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi biological control untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Biological Control menyebutkan bahwa pengendalian hayati dengan parasitoid seperti Trichopoda pennipes juga membantu menjaga keseimbangan populasi serangga tanpa merusak organisme non-target. Hal ini penting dalam menjaga stabilitas ekosistem pertanian. Dengan demikian, lalat ini berkontribusi langsung pada praktik pertanian yang lebih ekologis.

4. Dewasa mengonsumsi nektar

lalat trichopoda pennipes (inaturalist.org/Karen Campbell)

Meski larvanya bersifat parasit, lalat dewasa justru memakan nektar dari bunga. Mengutip Egyptian Journal of Biological Pest Control, mereka sering terlihat hinggap pada tanaman berbunga untuk memperoleh sumber energi. Kebiasaan ini membuatnya juga berperan sebagai penyerbuk tambahan dalam ekosistem.

Interaksi dengan bunga menunjukkan bahwa peran ekologisnya tidak hanya terbatas pada pengendalian hama. Dalam proses mencari makan, lalat ini dapat membantu perpindahan serbuk sari antar tanaman. Kombinasi fungsi sebagai parasitoid dan pengunjung bunga menjadikannya spesies dengan peran ganda yang menarik.

5. Tersebar luas di benua Amerika

lalat trichopoda pennipes (inaturalist.org/fordnatureguy)

Swift Feather-legged Fly tersebar luas di Amerika Utara hingga Amerika Selatan. Global Biodiversity Information Facility menyebutkan bahwa habitatnya mencakup lahan pertanian, padang rumput, hingga area perkotaan dengan keberadaan tanaman berbunga. Persebaran ini memperlihatkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Keberhasilannya bertahan di berbagai wilayah juga berkaitan dengan ketersediaan inang dan sumber nektar. Selama terdapat populasi stink bug dan tanaman berbunga, lalat ini mampu mempertahankan siklus hidupnya. Fleksibilitas tersebut menjadikannya salah satu parasitoid yang cukup sukses secara ekologis.

Swift Feather-legged Fly membuktikan bahwa serangga kecil pun dapat memiliki dampak besar dalam keseimbangan alam. Dengan ciri kaki berbulu yang unik dan strategi hidup sebagai parasitoid, spesies ini memainkan peran penting dalam pengendalian hama alami. Kehadirannya menjadi contoh bagaimana alam menyediakan solusi berkelanjutan bagi tantangan pertanian modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team