Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta The Dancing House, Ikon Arsitektur Kontroversial di Praha
The Dancing House, Praha (pexels.com/Ahmet AZAKLI)
  • The Dancing House di Praha menjadi ikon arsitektur modern bergaya Dekonstruktivisme yang kontras dengan bangunan klasik di sekitarnya, dibangun di atas lokasi bekas reruntuhan akibat pemboman tahun 1945.
  • Desainnya terinspirasi dari pasangan penari legendaris Fred Astaire dan Ginger Rogers, menampilkan dua menara berbeda—beton kokoh dan kaca ramping—yang menciptakan ilusi gerak seperti sedang berdansa.
  • Bangunan hasil kolaborasi Vlado Milunic dan Frank Gehry ini sempat menuai kontroversi karena tampilannya dianggap tidak selaras dengan kota tua Praha, namun kini menjadi simbol inovasi arsitektur modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Praha, ibu kota Republik Ceko, dikenal dengan arsitektur kuno yang megah, mulai dari Prague Castle hingga Charles Bridge. Namun, di tengah dominasi bangunan Barok dan Gotik, berdiri sebuah bangunan modern yang mencuri perhatian karena bentuknya yang tidak biasa, yaitu Dancing House atau Tančící dům dalam bahasa Ceko.

Terletak di tepi Sungai Vltava, bangunan ini dikenal sebagai ikon arsitektur modern Praha. Desainnya menyerupai dua penari yang sedang bergandengan sehingga tampak seolah bergerak. Kehadirannya bahkan sempat memicu kontroversi karena tampil sangat kontras dengan bangunan klasik di sekitarnya. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang The Dancing House di Praha.

1. Perwujudan desain dekonstruktivisme

Rumah Menari, Praha (commons.wikimedia.org/ŠJů)

The Dancing House merupakan contoh sempurna dari gaya arsitektur Dekonstruktivisme, yaitu gaya yang menampilkan fragmentasi, distorsi, dan manipulasi struktur. Bangunan ini tidak memiliki sudut siku-siku yang umum, sebaliknya, tampilannya sengaja dibuat seolah-olah sedang meleleh atau bergerak.

Dilansir laman Dancing House, proyek ini didirikan di atas fondasi bangunan yang hancur akibat pemboman tahun 1945. Lokasi tersebut kosong selama hampir 50 tahun hingga proyek ini dimulai. Struktur baru yang unik dan tidak konvensional ini dirancang sebagai kontras modern yang kuat terhadap arsitektur bersejarah yang mendominasi di tepi Sungai Vltava.

2. Terinspirasi dari pasangan penari legendaris

Fred Astaire dan Ginger Rogers (commons.wikimedia.org/John Miehle)

Desain yang tampak menyerupai dua menara, dengan satu bagian yang terbuat dari material kaca transparan dan bagian lainnya dari beton kokoh, sebenarnya terinspirasi dari dua tokoh penari Hollywood yang sangat legendaris. Dilansir laman Prague, sosok yang menjadi inspirasi utama tersebut adalah Fred Astaire dan Ginger Rogers. Dalam visualisasinya, menara batu yang berdiri tegak mewakili sosok pria (Fred), sedangkan menara kaca yang memiliki lekukan lebih ramping mewakili sosok wanita (Ginger) yang seolah-olah sedang berdansa mengikuti irama.

Bangunan ikonik ini memang pada akhirnya diberi nama panggilan "Fred and Ginger" oleh banyak orang di seluruh dunia, yang merujuk langsung pada pasangan penari ternama asal Amerika tersebut. Bahkan sebagai bentuk penghormatan, saat ini terdapat sebuah restoran mewah bernama Ginger and Fred yang terletak di lantai tujuh gedung, dan kamar-kamar hotel yang berada di dalam menara tersebut pun secara khusus dinamai sesuai dengan nama mereka untuk memperkuat identitas aslinya.

3. Dirancang oleh arsitek ternama dunia

The Dancing House, Praha (pexels.com/Diego Delso)

Bangunan ikonik yang dikenal sebagai The Dancing House ini merupakan hasil kolaborasi artistik yang luar biasa dari dua arsitek ternama lintas negara. Masih dari laman Prague, konsep awal yang visioner ini pertama kali dikembangkan oleh arsitek asal Ceko-Kroasia, Vlado Milunic. Ia kemudian mengajak arsitek Kanada-Amerika yang reputasinya sudah mendunia, Frank Gehry, untuk bersama-sama menyelesaikan detail desain yang ambisius. Frank Gehry sendiri merupakan sosok jenius di balik desain futuristik Museum Guggenheim di Bilbao.

Dalam proses kerja samanya, Gehry setuju untuk bergabung asalkan ia diberikan kebebasan penuh dalam merancang tanpa batasan artistik. Sinergi antara pemikiran Milunic dan gaya dekonstruktivisme Gehry berhasil mewujudkan struktur yang tampak unik secara visual. Proyek ini memiliki tingkat kompleksitas teknis yang tinggi karena para arsitek membangun konstruksi presisi di atas fondasi bangunan lama yang sarat sejarah.

4. Kontroversi di tengah kota tua Praha

Rumah Menari, Praha (commons.wikimedia.org/A.Savin)

Saat pertama kali diusulkan pada awal tahun 1990-an, desain yang sangat modern dan radikal ini memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat. Banyak warga Praha merasa kehadiran bangunan tersebut kurang selaras serta berisiko merusak pemandangan historis di tepi sungai yang didominasi oleh arsitektur klasik yang megah. Mereka menganggap bentuk yang tidak lazim ini justru akan mengganggu estetika kawasan yang selama ini menjadi identitas budaya kota.

Dilansir laman Adrez, seluruh rangkaian proyek pembangunan Dancing House memang diikuti oleh gelombang kontroversi yang cukup besar. Sebagian besar penduduk berpendapat bahwa desain bangunan yang tidak tradisional ini sulit menyatu dengan karakter estetika kota yang selama ini dikenal sebagai museum arsitektur terbuka. Praha sendiri memiliki identitas visual yang sangat kuat melalui jajaran monumen dan bangunan bersejarah dengan gaya Art Nouveau, Gotik, hingga Barok yang sudah berdiri kokoh selama berabad-abad.

5. Pola jendela yang menciptakan ilusi gerak

Rumah Menari, Praha (commons.wikimedia.org/Matteo Piotto)

Salah satu keunikan teknis yang paling menonjol dari bangunan ini terletak pada pengaturan jendela yang tidak beraturan di sepanjang fasadnya. Posisi jendela-jendela tersebut sengaja dipasang pada tingkat ketinggian yang berbeda-beda untuk menciptakan efek visual yang dinamis. Penempatan yang tidak sejajar ini bertujuan memberikan kesan seolah-olah seluruh struktur bangunan tersebut sedang bergetar atau bergerak mengikuti irama musik.

Para arsitek menggunakan panel beton dengan bentuk yang berbeda satu sama lain untuk mendukung desain jendela yang kompleks ini. Setiap panel memerlukan cetakan khusus karena permukaan dinding bangunan yang melengkung dan tidak rata. Teknik konstruksi yang sangat detail tersebut berhasil menghasilkan tampilan eksterior yang tampak bergelombang, sehingga bangunan ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan jajaran gedung klasik di sekitarnya yang memiliki barisan jendela simetris.

The Dancing House memperlihatkan perpaduan arsitektur modern dengan lingkungan kota yang sarat sejarah. Bentuknya yang unik membawa bangunan ini ke perhatian publik dunia. Saat ini, fungsinya meluas dari sekadar ruang kantor atau hotel menjadi bagian dari perjalanan perkembangan estetika dan karakter Praha dalam arsitektur masa kini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team