Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kanguru antilopine
kanguru antilopine (commons.wikimedia.org/Djambalawa)

Intinya sih...

  • Klasifikasi kanguru antilopine mengalami banyak revisi sejak pertama kali dideskripsikan, termasuk perpindahan genus dan spesies lain.

  • Kanguru antilopine merupakan spesies terbesar dari genus Osphranter dengan tinggi 1,5 meter dan bobot 66 kg, serta memiliki dimorfisme seksual.

  • Hewan ini hanya bisa ditemukan di Australia bagian utara, terutama di daerah berkayu, savana, dan padang rumput. Mereka hidup dalam kelompok beranggotakan 30 individu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Australia menjadi surga bagi hewan aneh dan tak biasa. Ada hewan berkantung, ular berbisa, buaya raksasa, hingga mamalia yang bisa melompat. Osphranter antilopinus  atau kanguru antilopine merupakan salah satunya. Ia merupakan salah satu spesies kanguru berukuran besar. Selain itu, kanguru antilopine juga sempat bikin bingung para ahli.

Hal tersebut dapat terjadi karena klasifikasi dan taksonominya yang sulit dimengerti. Hewan marsupial tersebut juga hidup berkelompok dan sering terlihat berkelana bersama. Penyebarannya sendiri hanya mencakup Australia bagian utara, khususnya di area berkayu. Mau tahu lebih dalam terkait kanguru antilopine? Yuk, bahas lima fakta unik kanguru antilopine di bawah ini!

1. Klasifikasinya mengalami beberapa revisi

kanguru antilopine (inaturalist.org/Grant Smith)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau kanguru antilopine punya sejarah taksonomi dan klasifikasi yang membingungkan. Hal tersebut dapat terjadi karena klasifikasi dan taksonominya mengalami banyak revisi sejak pertama kali dideskripsikan. Ia pernah dipindahkan ke genus lain, diklasifikasikan ke spesies lain, sampai menimbulkan banyak perdebatan di antara para ilmuwan.

Awalnya, hewan ini dideskripsikan oleh John Gould pada 1842 dan dimasukan ke dalam genus Osphranter. Kemudian, penelitian lain memasukannya ke subgenus Macropus. Pada tahun 2019, hewan ini secara resmi dikembalikan lagi ke genus Osphranter. Hingga kini, temuan pada 2019 terus dipakai dan dianggap valid.

2. Merupakan spesies terbesar dari genus Osphranter

kanguru antilopine (inaturalist.org/Steve Murray)

Dilansir Aussie Animals, kanguru antilopine punya tingginya 1,5 meter dan bobot 66 kg. Hewan ini jadi salah satu spesies terbesar di famili Macropodidae dan jadi yang terbesar di genus Osphranter. Kanguru ini menunjukan dimorfisme seksual di mana individu jantan punya tubuh kemerahan dan betina cenderung berwarna kecokelatan. Individu jantan juga lebih besar dari betina. Kanguru antilopine sangat mudah dikenali, apalagi jika melihat ciri fisiknya. Ia berjalan dengan dua kaki, punya kaki yang besar, kuat, dan panjang. Sebagai marsupial, ia juga punya kantong di perut.

3. Hewan ini hanya bisa ditemukan di Australia bagian utara

wikayah penyebaran kanguru antilopine (commons.wikimedia.org/Nrg800)

Dilansir GBIF, penyebaran kangurus antilopine terbatas di wilayah Australia bagian utaraPenyebarannya mencakup beberapa daerah, seperti Kimberley dan semenanjung Cape York. Seperti spesies lain, hewan ini sangat mudah ditemukan di area terbuka seperti padang rumput, savana, dan daerah berkayu. Terkadang ia juga terlihat di daerah hutan dan area lembab yang dipenuhi sumber air. Daerah-daerah tersebut sangat cocok bagi hewan ini karena menyediakan makanan yang berlimpah dan tempat persembunyian ideal.

4. Hidup dalam satu kelompok yang terdiri dari 30 individu

kanguru antilopine (inaturalist.org/ldbruyn)

Dilansir Atlas of Living Australia, kanguru antilopine adalah hewan sosial membentuk kelompok beranggotakan 30 individu. Kelompoknya terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Kanguru ini juga sering terlihat berkelana sendiri atau berpasangan. Namun, ia tak akan pergi jauh dari kelompoknya.

Di beberapa kesempatan, kanguru antilopine juga kerap terlihat berinteraksi dengan spesies lain, seperti Osphranter bernardus dan Osphranter robustus erubescens. Hal tersebut mengindikasikan kalau kanguru antilopine bukan termasuk spesies yang agresif. Selama tidak merasa terancam ia tidak akan menyerang atau mengganggu kanguru lain.

5. Kebakaran jadi penyebab penurunan populasinya

kanguru antilopine (inaturalist.org/Mitch Rose)

Dilansir Animalia, tidak ada ancaman signifikan yang secara drastis membuat populasi hewan ini menurun,Kanguru antilopine masih berstatus sebagai hewan berisiko rendah atau least concern. Artinya hewan ini tidak punya risiko punah yang tinggi dalam waktu dekat. Namun, populasinya mulai menurun pada beberapa dekade terakhir. Hal tersebut disebabkan oleh kerusakan habitat, kebakaran hutan, dan alih fungsi lahan. Dalam hal ini, kebarakan hutan yang sering terjadi di Australia menjadi masalah utama karena mampu memusnahkan populasi secara masif dalam waktu singkat.

Kehidupan kanguru antilopine ternyata cukup kompleks dan memiliki banyak aspek. Bahkan, berbagai fakta unik kanguru antilopine belum cukup untuk menjelaskan kehidupannya dengan lengkap. Masih banyak yang bisa diulik dan dipelajari dari satwa endemik Australia ini. Oleh sebab itu, penelitian, observasi, dan pendataan harus terus dilakukan untuk mengungkap misteri terkait kehidupannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team