Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Karner Blue, Kupu-kupu Langka yang Ukurannya Sebesar Koin
Kupu-kupu Karner Blue (commons.wikimedia.org/USFWSmidwest)
  • Kupu-kupu Karner Blue adalah spesies langka berukuran kecil dengan warna biru khas yang hanya hidup di wilayah tertentu Amerika Utara dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Populasinya menurun akibat hilangnya habitat alami, ketergantungan pada tanaman lupin liar, serta sensitivitas tinggi terhadap perubahan iklim yang mengganggu siklus hidupnya.
  • Upaya restorasi di Concord Pine Barrens berhasil memulihkan populasi melalui penangkaran, pembakaran terkendali, dan penanaman lupin hingga mencapai target pemulihan ribuan ekor pada tahun 2016.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupu-kupu Karner Blue (Lycaeides melissa samuelis) adalah spesies serangga kecil yang keberadaannya mulai sulit ditemukan di alam liar. Spesies ini punya warna biru yang khas dan hanya hidup di area tertentu di Amerika Utara. Meski ukurannya kecil, kupu-kupu ini punya peran penting bagi keseimbangan ekosistem di habitat aslinya.

Banyak orang yang tertarik mempelajari kupu-kupu ini karena cara hidupnya yang cukup spesifik dan berbeda dari serangga lainnya. Kelangsungan hidup mereka sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang stabil agar populasi mereka tidak hilang. Penasaran? Yuk, kita telusuri lebih dalam apa saja keunikan yang dimiliki oleh kupu-kupu kecil yang mempesona satu ini!

1. Ukuran mungil yang hanya satu inci

Kupu-kupu Karner Blue (commons.wikimedia.org/USFWSmidwest)

Kupu-kupu ini memiliki fisik yang sangat kecil dengan bentang sayap dewasa yang hanya mencapai sekitar satu inci atau setara dengan 2,54 centimeter. Dilansir laman New York State Department of Environmental Conservation, ukuran satu inci pada kupu-kupu dewasa ini sering kali membuatnya sulit dibedakan dengan spesies lain yang tampak serupa, seperti spring azure atau silvery blue.

Jika dibandingkan dengan benda sehari-hari, bentang sayap satu inci ini memang hampir seukuran dengan diameter sekeping koin kecil. Selain ukurannya, identitas mereka bisa dikenali dari warna sayapnya, di mana jantan memiliki warna biru-violet cerah di permukaan atas, sedangkan betina cenderung berwarna cokelat kebiruan dengan hiasan bintik-bintik jingga pada tepi sayap belakangnya.

2. Hanya bisa makan satu jenis tanaman

Tanaman lupin liar atau Lupinus perennis (commons.wikimedia.org/Steven Katovich, USDA Forest Service, Bugwood.org)

Keberlangsungan hidup spesies ini sangat bergantung pada keberadaan satu jenis tanaman tertentu di habitatnya. Dilansir laman U.S. Fish and Wildlife Service, ulat Karner Blue hanya memakan daun dari tanaman lupin liar (Lupinus perennis), sementara kupu-kupu dewasanya mengonsumsi nektar dari berbagai tanaman berbunga.

Ketergantungan ulatnya yang sangat spesifik terhadap lupin liar membuat tingkat keberhasilan reproduksi kupu-kupu ini sangat kritis dan berisiko. Jika tanaman tersebut tidak tumbuh dengan baik di suatu wilayah, maka siklus hidup Karner Blue akan terputus karena ulat mereka tidak bisa mendapatkan sumber makanan utama untuk tumbuh menjadi dewasa.

3. Kehilangan habitat akibat perubahan lahan

Kupu-kupu Karner Blue (commons.wikimedia.org/USFWSmidwest)

Penyebab utama penurunan jumlah populasi kupu-kupu ini adalah hilangnya area terbuka yang menjadi tempat tinggal alami mereka. Masih dari laman U.S. Fish and Wildlife Service, hilangnya habitat ini dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan untuk pertanian, pembangunan area komersial, hingga berkurangnya kebakaran hutan alami yang sebenarnya berfungsi menjaga pertumbuhan tanaman lupin.

Tanpa adanya gangguan alami seperti api atau hewan ternak yang merumput, semak dan pepohonan besar akan tumbuh subur dan menutupi padang rumput yang terbuka. Hal ini membuat tanaman lupin tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga populasi Karner Blue menjadi terisolasi dalam kelompok-kelompok kecil yang sangat rentan punah.

4. Sangat sensitif terhadap perubahan iklim

Kupu-kupu Karner Blue (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service - Midwest Region)

Selain masalah lahan, spesies ini juga terbukti memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi terhadap dampak perubahan iklim global. Masih dari laman U.S. Fish and Wildlife Service, laporan tahun 2019 menunjukkan bahwa pemanasan suhu lingkungan berkaitan erat dengan penurunan populasi mereka secara drastis di beberapa wilayah seperti Indiana Dunes.

Kondisi suhu yang semakin panas tidak sesuai dengan kebutuhan hidup Karner Blue yang memiliki kemampuan gerak sangat rendah untuk berpindah ke lokasi lain. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan cuaca ekstrem ini membuat banyak populasi yang tersisa berada dalam risiko kehilangan keberadaannya secara permanen.

5. Keberhasilan restorasi di Concord Pine Barrens

Kupu-kupu Karner Blue (commons.wikimedia.org/Hollingsworth, John and Karen, USFWS)

Meski sempat dianggap punah dari New Hampshire pada tahun 1999, upaya penyelamatan intensif berhasil mengembalikan populasi kupu-kupu ini ke alam. Dilansir laman New Hampshire Fish and Game Department, para biolog melakukan teknik penangkaran telur dan melepaskan ribuan kupu-kupu dewasa ke Concord Pine Barrens, sebuah kawasan ekosistem padang pasir pinus yang merupakan habitat asli terakhir mereka di negara bagian tersebut.

Pemulihan di kawasan ini tidak mudah karena habitat Pine Barrens membutuhkan gangguan alami seperti api agar vegetasi aslinya bisa tumbuh. Melalui metode pembakaran terkendali dan penanaman lupin oleh sukarelawan, populasi Karner Blue akhirnya berhasil mencapai target pemulihan federal sebanyak 3.000 ekor pada tahun 2016.

Upaya penyelamatan Karner Blue membutuhkan waktu yang cukup lama dan kerja sama dari banyak pihak agar habitat aslinya tidak hilang selamanya. Menjaga tanaman liar seperti Lupin tetap tumbuh adalah langkah yang sangat menentukan apakah kupu-kupu sekecil koin ini masih bisa kita lihat di masa depan atau tidak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team