Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Kupu-kupu Comma, Tubuhnya Meniru Kotoran Burung
kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Tim Bekaert)
  • Kupu-kupu comma (Polygonia c-album) punya kamuflase unik menyerupai daun kering atau kotoran burung untuk menghindari predator sejak fase larva hingga dewasa.
  • Spesies ini hidup di area berkayu dan menyebar luas dari Eropa, Afrika Utara, hingga Asia dengan subspesies berbeda di tiap wilayah.
  • Populasinya sempat menurun akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, namun berhasil pulih berkat upaya konservasi sejak tahun 1930-an.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada satu serangga dengan sayap indah bagaikan bunga, yaitu kupu-kupu. Uniknya, keindahan sayap kupu-kupu bukan hiasan semata melainkan sebuah strategi yang bisa digunakan untuk mempertahankan diri. Hal tersebut tercermin pada Polygonia c-album atau kupu-kupu comma. Sebab, tubuhnya sangat mirip dengan daun kering atau kotoran burung.

Serangga tersebut merupakan spesies yang kehidupannya bergantung dengan area berkayu dan tanaman bunga. Sebab, dua hal tersebut menjadi habitat utama dan makanan kesukaannya. Ia juga setia, bahkan bisa kawin dengan banyak pasangan. Tentu, kamu tak akan mengenal hewan ini jika tak menguliknya lebih dalam. Yuk, simak lima fakta unik kupu-kupu comma di bawah ini!

1. Meniru kotoran burung dan daun kering

kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Sedari kecil hewan ini sudah mengembangkan adaptasi untuk bertahan hidup dari ancaman predator. Artikel di jurnal Journal of the Lepidopterists' Society menjelaskan bahwa ulat atau larvanya punya garis putih memanjang di punggung. Dari jauh garis tersebut akan nampak seperti kotoran burung. Alhasil predator seperti burung atau kadal enggan untuk memakannya.

Individu dewasa juga tak kalah karena kamuflasenya cukup efektif. Dalam hal kamuflase, individu dewasa dibekali sayap berwarna cokelat. Sayap tersebut juga tidak rata karena memiliki sudut yang terlihat seperti terpotong dan tajam. Nah, perpaduan warna dan bentuknya membuat sayap kupu-kupu ini serupa dengan daun kering. Jadi predator tak akan bisa mendeteksi hewan ini dengan mudah.

2. Penghuni area berkayu

kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Quartl)

Dilansir Butterfly Conservation, kupu-kupu comma merupakan spesies penghuni daerah berkayu. Mau itu hutan berkayu atau area berkayu yang terbuka semuanya menjadi rumah bagi serangga ini. Penyebarannya juga sangat luas karena mencakup wilayah Eropa, Afrika Utara, hingga Asia. Menariknya, tiap wilayah dihuni oleh subspesies yang berbeda. Di Afrika kamu bisa menemukan P. c. imperfecta. Di sisi lain, P. c. extensa hanya menghuni wilayah Cina. Di Eropa sendiri P. c. c-album jadi subspesies satu-satunya.

3. Tanaman kesukaan kupu-kupu comma

kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Uoaei1)

Bagi kupu-kupu comma, makanan yang dikonsumsi merupakan sumber utama dari protein dan nitrogen. Hewan ini secara khusus hanya mengonsumsi tanaman sehingga ia menjadi speises phytophagous. Kualitas makanan yang dikonsumsi oleh larva juga akan menentukan kesehatannya saat dewasa. Maka dari itu kupu-kupu ini tak akan makan sembarangan.

Artikel di jurnal Oecologia dan Molecular Ecology menjelaskan bahwa beberapa makanan favorit larva atau ulatnya adalah Urtica dioica, Ulmus glabra, Salix caprea, R. uva-crispa, dan Betula pubescens. Selain itu larva kupu-kupu comma juga sangat suka menyantap daun tanaman dari famili Urticaceae. Jika ditarik ke belakang, kebiasaan tersebut ada hubungannya dengan nenek moyang hewan ini.

4. Bukan pasangan yang setia

kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Soal kesetiaan, kupu-kupu comma bukanlah contoh yang baik. Melansir Animalia hewan ini menganut sistem perkawinan polyandrous. Artinya satu individu betina bisa kawin dengan banyak jantan dalam satu masa rerpoduksi. Hal tersebut dilakukan agar individu betina mendapatkan sperma berkualitas dengan jumlah yang banyak agar telurnya bisa berkembang dengan lebih optimal. Uniknya kebiasaan tersebut juga membuat perkawinan individu jantan bisa lebih sukses. Jadi bagi kupu-kupu comma ketidaksetiaan justru sangat penting.

5. Populasinya berubah dengan drastis

kupu-kupu comma (commons.wikimedia.org/Quartl)

Ancaman tak pandang bulu, bahkan hewan kecil seperti kupu-kupu comma juga bisa terancam oleh banyak hal. Menurut laman iNaturalist ada dua faktor utama yang menjadi ancaman kupu-kupu comma, yaitu perubahan iklim dan aktivitas manusia. Kegiatan pertanian, industrialisasi, dan kerusakan habitat sangat mengancam hewan ini.

Ditambah dengan iklim yang tak menentu dan terus berubah, kupu-kupu comma tidak bisa menyesuaikan diri. Pada abad ke-19 populasi kupu-kupu comma di Inggris sempat jatuh. Untungnya upaya konservasi di tahun 1930 berhasil menyelematkan hewan ini dari kepunahan. Saat ini, bahkan kupu-kupu comma terus menyebar dan populasinya mulai meroket.

Kupu-kupu comma merupakan bagian dari alam itu sendiri. ia hidup, makan, beraktivitas, dan berkembang biak di alam. Jadi manusia tak boleh mengganggu, mengusik, atau merusak habitatnya. Kupu-kupu comma sama sekali tidak berbahaya. Karena itu, manusia harus mencoba hidup berdampingan dengannya. Jika berhasil maka keselarasan antara alam dan kehidupan manusia akan tercapai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team