Kebanyakan orang akan merasa jijik dengan hewan yang lengket dan basah seperti salamander. Padahal, salamander adalah hewan yang sangat unik, lho. Ia tak hanya basah, tapi tubuhnya juga diselimuti corak yang mencolok hingga punya sistem pertahanan yang unik. Nah, semua hal tersebut dapat terlihat di Ambystoma opacum atau marbled salamander.
5 Fakta Unik Marbled Salamander, Bercahaya Di Bawah Sinar UV

- Marbled salamander berukuran 9–10,7 cm, bertubuh hitam atau cokelat bercorak garis putih/silver, dan menghuni rawa, hutan, kolam, sungai, hingga perbukitan di Amerika Serikat bagian timur.
- Amfibi ini bukan penggali andal, sehingga memakai lubang bekas hewan lain untuk berlindung; perjalanan jauh ke area kering meningkatkan risiko predator dan kekurangan cairan.
- Saat terkena sinar UV, marbled salamander memancarkan biofluoresensi hijau pada jari, kloaka, dan kerangka; ketika terancam, ia mengeluarkan cairan yang membuat predator enggan memakannya.
Marbled salamander adalah hewan kecil yang hidup di benua Amerika. Ia tidak berbahaya, hidup di area lembap, bahkan bisa mengeluarkan cahaya dari tubuhnya. Marbled salamander juga tak ahli menggali sehingga ia harus melakukan cara lain untuk bersembunyi. Mau kenalan dengan marbled salamander? Yuk, simak artikel berikut.
1. Termasuk spesies salamander berukuran kecil

marbled salamander (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus) Dilansir SREL Herp, panjang marbled salamander hanya sekitar 9-10,7 centimeter, menjadikannya spesies dengan ukuran yang cukup kecil. Bentuk badannya juga unik dengan tubuh gemuk, chubby, dan kepala membulat. Soal warna, salamander ini punya tubuh berwarna hitam atau cokelat dengan corak garis berwarna putih. Meski tidak terlalu mencolok, marbled salamander juga memiliki dimorfisme seksual di mana individu jantan punya garis berwarna putih sementara individu betina punya garis berwarna silver atau abu-abu. Di sisi lain, salamander muda tidak memiliki corak garis di tubuhnya.
2. Marbled salamander hanya menghuni Amerika Serikat

marbled salamander (commons.wikimedia.org/Greg Schechter) Laman BioKIDS menerangkan bahwa marbled salamander bisa dijumpai di sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian timur. Penyebarannya mencakup daerah Illinois, Missouri, Oklahoma, Texas, Carolina, Teluk Meksiko, Florida, Ohio, hingga Indiana. Layaknya spesies lain, marbled salamander merupakan hewan yang hidup di area lembap, khususnya rawa, area berkayu, kolam, hingga sungai. Namun, terkadang ia juga bisa ditemukan di daerah yang lebih kering seperti perbukitan. Marbled salamander juga tidak bertelur di air, ia lebih memilih untuk betelur di kolam kering atau di bawah dedaunan.
3. Marbled salamander bukan penggali yang andal

marbled salamander (commons.wikimedia.org/evangrimes) Laman Animalia menerangkan bahwa marbled salamander merupakan penggali yang buruk. Jadi, ia jarang menggali tanah dan lebih memilih untuk memanfaatkan lubang bekas galian hewan lain untuk bersembunyi dari predator. Marbled salamander juga cukup aktif dan terkadang akan berkelana ke berbagai daerah seperti padang rumput, perbukitan, hingga area yang kering.
Namun, individu yang sering berkelana jauh biasanya memiliki kesempatan hidup yang rendah. Jika sering berkelana hewan ini lebih rawan akan ancaman predator atau kekurangan cairan sehingga bisa mati dalam waktu singkat. Di sisi lain, individu yang hidup di hutan dan area lembap bisa hidup lebih lama. Perubahan suhu, pH, dan kelembapan tanah juga menjadi aspek penting bagi kehidupan hewan ini.
4. Mampu mengeluarkan cahaya dari tubuhnya

marbled salamander (commons.wikimedia.org/steve b) Artikel di jurnal Scientific Reports mengungkap fakta bahwa marbled salamander mampu memancarkan cahaya dari tubuhnya ketika terpapar sinar UV. Kemampuan tersebut disebut biofluorescence dan bisa ditemukan pada hewan lain seperti katak, kodok, kalajengking, hingga serangga. Cahaya yang dipancarkan oleh marbled salamander memiliki warna hijau terang dan muncul di beberapa bagian seperti jari kaki, kloaka, dan kerangka di bagian tengah badan. Para ahli berspekulasi kalau kemampuan tersebut digunakan untuk berkomunikasi, kamuflase, hingga mencari pasangan.
5. Bisa mengeluarkan cairan ketika merasa terancam

marbled salamander (commons.wikimedia.org/Chrissy McClarren and Andy Reago) Marbled salamander bukan hewan yang ganas, tidak punya duri di tubuh, bahkan tak memiliki gigi tajam. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki strategi pertahanan diri. Melansir laman iNaturalist, amfibi ini mampu mengeluarkan cairan dari tubuhnya ketika merasa terancam atau saat didekati oleh predator. Cairan tersebut membuat tubuhnya terasa tidak enak ketika dimakan dan akhirnya predator akan memuntahkannya.
Selain itu, marbled salamander juga bisa menyeruduk predator, menggulung diri, atau menggerakan ekor dalam rangka menakut-nakuti dan membuat predator tidak fokus. Ketika predator tidak fokus nantinya marbled salamander akan kabur, mencari tempat persembunyian, atau mengeluarkan cairan dari tubuhnya.
Marbled salamander adalah hewan kecil dengan kehidupan yang sangat kompleks. Ia mampu memaksimalkan berbagai hal untuk bertahan hidup, entah itu lingkungan sekitar atau kemampuan yang terpendam di dalam dirinya. Spesies ini juga rentan terhadap perubahan lingkungan sehingga sangat penting bagi kita untuk menjaga habitatnya agar ia bisa hidup dengan tenang tanpa adanya ancaman berarti.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















