Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Salamander Jumbai Utara, Dinosaurus Mini Asli Eropa
salamander jumbai utara (inaturalist.org/Александр Гончаров)
  • Salamander jumbai utara adalah amfibi semi akuatik asli Eropa yang hidup di area lembap seperti hutan, rawa, dan kolam hingga ketinggian 1750 mdpl.
  • Hewan ini memiliki jumbai besar di punggung jantan saat musim kawin serta ukuran tubuh mencapai 20 cm dengan warna gelap yang membantu kamuflase.
  • Populasinya menurun akibat kerusakan habitat, infeksi jamur, dan perkawinan silang, namun upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga keberadaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di danau dan kolam Eropa hidup satu spesies amfibi yang sangat unik, yaitu Triturus cristatus atau salamander jumbai utara. Ia merupakan hewan semi akuatik yang menghuni area lembap, bisa berenang, dan terkadang akan naik ke daratan. Salah satu keunikan utamanya adalah kehadiran jumbai atau layar berukuran besar di punggungnya, mirip dengan dinosaurus.

Eksistensi salamander jumbai utara mulai mengkhawatirkan. Sebab, perlahan tapi pasti populasinya mulai menurun akibat faktor eksternal dan internal. Hewan ini juga sering melakukan hibridisasi yang mendorongnya untuk mengalami evolusi dengan cepat. Apa saja fakta unik salamander jumbai utara? Berikut pembahasannya!

1. Spesies asli Britania Raya dan Eropa

salamander jumbai utara (inaturalist.org/Александр Гончаров)

Dilansir GBIF, penyebaran salamander jumbai utara mencakup wilayah Eropa, khususnya di daerah Barat, utara, dan tengah. Secara spesifik, hewan ini menyebar dari Britania Raya, Jerman, Italia, Skandinavia, Prancis, Moldova, hingga Siberia. Secara umum, ia merupakan penghuni hutan. Habitat kesukaannya adalah area dengan vegetasi rapat, rawa, padang rumput basah, kolam, dan danau. Tak jarang, ia juga bisa ditemukan di habitat buatan manusia yang dekat dengan hutan. Terakhir, salamander ini bisa hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 1750 mdpl.

2. Punya jumbai atau layar di punggung

salamander jumbai utara (inaturalist.org/Samuel GUIRAUDOU)

Ciri khas utama dari hewan ini adalah kehadiran jumbai atau layar di punggungnya. Jumbai tersebut membentang dari belakang kepala hingga pangkal ekor, serupa dengan layar milik dinosaurus bernama Spinosaurus. Namun, jumbainya hanya muncul di individu jantan pada musim kawin. Ukuran jumbainya cukup besar dengan tinggi sekitar 1,5 centimeter.

Soal ukuran, laman JungleDragon menerangkan kalau salamander jumbai utara punya panjang 14 hingga 16 centimeter. Secara umum, individu betina sedikit lebih besar dari jantan. Menariknya, ada juga individu raksasa yang panjangnya bisa mencapai 20 centimeter. Warnanya sendiri tak terlalu mencolok, yaitu hitam, cokelat, kehijauan, atau kekuningan.

3. Makanannya bergatung pada fase pertumbuhan

salamander jumbai utara (inaturalist.org/Ina Siebert)

Dilansir Animalia, makanan utama salamander jumbai utara adalah invertebrata kecil. Saat berada di fase darat, makanannya mencakup cacing tanah, serangga, kutu kayu, dan moluska. Pada musim kawin pilihan makannya berbeda, yaitu invertebrata air, amfibi, dan kecebong. Pada fase larva makanannya berupa hewan air, tepatnya kecebong dan larva salamander lain yang lebih kecil.

Selain menjadi predator, salamander jumbai utara juga merupakan sasaran bagi karnivor lain yang lebih besar. Beberapa di antaranya adalah burung air dan ikan predator. Ular, badger, kadal, katak, dan landak mini juga mengancam kehidupannya. Untuk menghindari predator, salamander jumbai utara akan berkamuflase atau bersembunyi di area sempit dan tertutup.

4. Berevolusi dan sering melakukan perkawinan silang

salamander jumbai utara (inaturalist.org/Gilles San Martin)

Salah satu keunikan salamander jumbai utara adalah kebiasaannya untuk melakukan perkawinan silang atau hibridisasi. Hal tersebut sangat nampak di wilayah Prancis karena salamander jumbai utara sering melakukan kawin silang dengan marbled newt. Sayangnya, perkawinan silang tersebut justru mengancam eksistensi dan membuat populasi marbled newt terus merosot.

Berbagai penelitian yang dilakukan pada 2011-2019 juga membuktikan kalau hibridisasi tersebut mendorong salamander jumbai utara untuk berevolusi dengan cepat. Salamander jumbai utara terus menghadirkan individu hibrida, menyebarkan informasi genetiknya ke spesies lain, serta terus beradaptasi dengan berbagai tipe habitat.

5. Populasinya mulai menurun

salamander jumbai utara (inaturalist.org/Willy Maillard)

Sebenarnya, salamander jumbai utara bukanlah hewan yang terancam punah. Namun, populasinya mulai menurun dan ia menjadi hewan yang dilindungi di beberapa daerah. Dilansir iNaturalist, penurunan populasi tersebut diakibatkan oleh kerusakan habitat, infeksi jamur Batrachochytrium salamandrivorans, fragmentasi habitat, pemanasan global, dan polusi genetik yang diakibatkan oleh perkawinan silang. Untungnya, berbagai upaya pencegahan in situ dan ex situ terus digayangkan demi menjaga eksistensi hewan ini.

Demikian pembahasan terkait fakta unik salamander jumbai utara yang mirip dengan dinosaurus. Menariknya, keunikan spesies ini tak hanya dari ciri fisik, melainkan juga tercermin lewat kehidupan, kebiasaan, dan hubungannya dengan hewan lain. Fakta tersebut mencerminkan kalau salamander jumbai utara merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team