Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Warbling White Eye, Burung yang Sering Muncul di Pohon Sakura
Warbling White-eye di antara bunga sakura yang sedang mekar. (pixabay.com/Takashi Yanagisawa)
  • Warbling White-eye adalah burung kecil berwarna hijau zaitun dengan lingkar putih khas di sekitar mata, sering disebut burung kacamata atau pleci di Indonesia.
  • Burung ini mudah ditemukan di Jepang saat musim semi, sering hinggap di pohon sakura untuk mencari nektar dan menjadi simbol khas suasana bunga mekar.
  • Selain memakan nektar, buah, dan serangga kecil, Warbling White-eye juga berperan penting dalam penyebaran benih tanaman serta pernah mengalami perubahan klasifikasi ilmiah menjadi Zosterops japonicus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah melihat burung kecil yang aktif bergerak di antara bunga sakura? Burung tersebut adalah Warbling White-eye, burung mungil yang cukup dikenal di Jepang. Burung ini memiliki lingkar putih di sekitar mata yang menjadi ciri khas uniknya.

Warbling White-eye juga dikenal memiliki suara kicauan merdu dan sering terlihat saat musim semi tiba. Mereka biasanya hinggap di pohon sakura untuk mencari nektar dan buah-buahan kecil. Meski berukuran kecil, burung ini ternyata memiliki banyak fakta menarik. Yuk, simak fakta-fakta uniknya berikut ini!

1. Punya lingkar putih di sekitar mata

lingkar putih di sekitar mata menjadi ciri khas utama Warbling White-eye. (unsplash.com/Genevieve Curry)

Sesuai dengan namanya, Warbling White-eye memiliki lingkar putih yang cukup mencolok di sekitar matanya. Ciri khas ini membuat mereka terlihat seperti memakai kacamata, sehingga di Indonesia sering disebut sebagai burung pleci atau burung kacamata. Lingkar putih tersebut terlihat sangat kontras dengan warna tubuhnya yang hijau zaitun dan bagian perut yang kekuningan.

Menariknya, lingkar putih tersebut tidak langsung muncul sejak burung ini lahir. Burung muda (juvenil) biasanya memiliki warna bulu yang lebih kusam dengan lingkar mata yang belum jelas. Seiring bertambahnya usia dan setelah mengalami pergantian bulu pertama, barulah kacamata putihnya akan terlihat semakin jelas dan mencolok.

2. Sering terlihat di pohon sakura saat musim semi

Warbling White-eye sering muncul di pohon sakura saat musim semi, terutama sekitar Februari hingga April. (pixabay.com/Takashi Yanagisawa)

Di Jepang, Warbling White-eye sering terlihat saat musim semi tiba, sekitar bulan Februari hingga April. Burung kecil ini biasanya hinggap di antara bunga plum dan bunga sakura yang sedang mekar. Mereka bergerak lincah dari satu dahan ke dahan lain untuk mencari nektar. Warna tubuhnya yang hijau terlihat mencolok di antara kelopak bunga sakura yang berwarna merah muda.

Meskipun lebih sering berada di bagian atas pohon, mereka tetap mudah ditemukan di taman-taman kota. Banyak orang memotret burung ini karena tampilannya yang mencolok di tengah suasana musim semi. Hal inilah yang membuat Warbling White-eye menjadi salah satu burung yang paling identik dengan musim sakura di Jepang.

3. Memakan nektar, buah, dan serangga kecil

Warbling White-eye memakan nektar, buah-buahan lunak, serta serangga kecil di alam liar. (pexels.com/Wei86 Travel)

Warbling White-eye merupakan burung omnivora dengan jenis makanan yang cukup beragam. Di alam liar, mereka memangsa serangga kecil, ulat, dan laba-laba sebagai sumber protein. Selain itu, mereka sangat menyukai nektar bunga serta buah-buahan lunak seperti beri dan ara.

Karena menyukai rasa manis, burung ini sering terlihat di area yang kaya akan bunga dan buah. Beberapa pengamat burung bahkan sering menyediakan potongan buah atau air gula di pengumpan (bird feeder) untuk menarik perhatian mereka. Pola makan yang fleksibel ini membuat mereka dapat beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan, termasuk area perkotaan.

4. Berperan dalam penyebaran benih tanaman

Warbling White-eye membantu penyebaran benih melalui buah-buahan yang mereka konsumsi. (commons.wikimedia.org/Toshihiro Gamo)

Burung ini memiliki peran ekologis penting sebagai penyebar benih tanaman. Saat mencari makan, Warbling White-eye mengonsumsi berbagai jenis buah bersama bijinya. Hebatnya, proses pencernaan dalam tubuh burung ini tidak merusak kemampuan benih untuk tumbuh. Benih yang keluar bersama kotoran atau dimuntahkan kembali masih dapat tumbuh dengan baik di tempat baru.

Burung ini juga dikenal sangat aktif berpindah tempat dalam kelompok kecil maupun besar. Karena mobilitasnya yang tinggi, mereka membantu penyebaran berbagai jenis tanaman secara alami ke wilayah yang jauh dari pohon induknya. Peran tersebut sangat membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keragaman hayati.

5. Pernah mengalami perubahan klasifikasi ilmiah

Warbling White-eye pernah lebih dikenal dengan nama Japanese White-eye dalam beberapa referensi ilmiah. (pexels.com/IAN)

Dalam dunia ilmiah, burung ini dulunya lebih dikenal dengan nama Japanese White-eye. Nama tersebut digunakan karena populasi utamanya ditemukan di Jepang dan wilayah Asia Timur. Namun, seiring perkembangan penelitian genetik, nama Warbling White-eye kini juga banyak digunakan dalam beberapa referensi ilmiah untuk membedakannya secara akurat dari spesies kacamata lainnya.

Meskipun nama populernya berubah, secara ilmiah burung ini tetap merujuk pada spesies yang sama, yaitu Zosterops japonicus. Perubahan klasifikasi ini membantu para peneliti mengenali perbedaan spesifik antara spesies ini dengan kerabat dekatnya yang hidup di wilayah tropis.

Itulah lima fakta menarik tentang Warbling White-eye, si kecil ikonik yang tidak hanya cantik, tetapi juga berjasa bagi alam. Dari pola makan hingga perannya dalam menyebarkan benih, burung ini membuktikan bahwa makhluk berukuran kecil pun memiliki manfaat besar bagi ekosistem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team