Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta White Eared Jacamar, Jakamar Telinga Putih dari Hutan Amazon
burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/cristy2trujillo)
  • White-eared Jacamar adalah burung kecil berwarna gelap mengilap dengan bercak putih di telinga, hidup di hutan hujan Amazon Amerika Selatan.
  • Burung ini bergantung pada habitat lembap dekat sungai dan pepohonan lebat, menjadikannya sensitif terhadap kerusakan lingkungan hutan tropis.
  • Dengan paruh panjang dan teknik berburu dari tempat bertengger, White-eared Jacamar dikenal sebagai predator udara efisien pemakan serangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

White-eared Jacamar merupakan burung kecil penghuni hutan hujan Amerika Selatan yang dikenal karena penampilannya yang unik. Burung ini memiliki warna tubuh gelap mengilap dengan bercak putih khas di area telinga. Kombinasi warna tersebut membuat White-eared Jacamar tampak elegan sekaligus berbeda dari banyak burung tropis lainnya.

Spesies ini hidup di kawasan Amazon di Brazil, Peru, Colombia, dan beberapa negara lain di Amerika Selatan. White-eared Jacamar biasanya ditemukan di hutan lembap dekat sungai dan area dengan pepohonan lebat. Berikut 5 fakta menarik White-eared Jacamar, jakamar telinga putih dari hutan Amazon.

1. Memiliki warna gelap dengan kilau metalik

burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/Uri Wolkowski)

Salah satu ciri khas dari White-eared Jacamar adalah warna tubuhnya yang cenderung gelap dan kilau metalik. Pada pencahayaan tertentu, bulunya dapat terlihat hitam kecokelatan, merah marun gelap, atau hijau gelap mengilap. Bagian putih di sekitar telinga menjadi penanda paling khas yang membedakannya dari spesies jacamar lain.

Dilansir DataZone by BirdLife, efek warna mengilap pada bulunya berasal dari struktur khusus yang memantulkan cahaya. Karena hidup di hutan hujan yang teduh, warna gelap tersebut membantu burung menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Penampilannya membuat White-eared Jacamar terlihat elegan sekaligus unik di antara burung-burung Amazon.

2. Hidup di kawasan hutan hujan amazon

burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/Scott Walmsley)

White-eared Jacamar hidup di kawasan hutan hujan tropis Amazon yang lembap dan lebat. Burung ini biasanya ditemukan di dekat sungai, tepian hutan, atau area dengan pepohonan tinggi. Habitat tersebut menyediakan tempat berlindung sekaligus sumber makanan melimpah bagi spesies ini.

Dilansir World Wildlife Fund, hutan amazon dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kehidupan White-eared Jacamar sangat bergantung pada kondisi hutan yang masih terjaga dengan baik. Karena itu, kerusakan habitat dapat memengaruhi populasi burung ini di alam liar.

3. Menggunakan paruh panjang untuk menangkap serangga

burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/Jenny)

White-eared Jacamar memiliki paruh panjang dan ramping yang sangat membantu saat berburu serangga. Britannica menyebutkan bahwa bentuk paruh tersebut memungkinkan burung menangkap mangsa terbang dengan cepat dan akurat. Serangga seperti kupu-kupu, capung, dan lebah menjadi bagian penting dari makanannya.

Paruh panjang juga membantu White-eared Jacamar mengambil mangsa tanpa harus banyak bergerak. Burung ini biasanya langsung kembali ke dahan setelah berhasil menangkap serangga di udara. Cara berburu tersebut membuatnya dikenal sebagai predator udara yang efisien di hutan tropis.

4. Sering berburu dari tempat bertengger

burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/ipsumo)

Saat mencari makan, White-eared Jacamar sering terlihat diam bertengger di dahan pohon. Dilansir Birds of the World, burung ini akan mengamati lingkungan sekitar sebelum tiba-tiba terbang menyambar serangga yang lewat. Teknik berburu tersebut dikenal cukup efektif untuk menghemat energi.

Setelah menangkap mangsa, White-eared Jacamar biasanya kembali ke tempat bertengger semula. Perilaku ini umum ditemukan pada banyak spesies jacamar di Amerika Selatan. Kebiasaan berburu dari posisi diam membantu burung ini tetap waspada terhadap predator di hutan.

5. Termasuk keluarga burung jacamar yang unik

burung galbalcyrhynchus leucotis (inaturalist.org/Marc Faucher)

White-eared Jacamar termasuk keluarga Galbulidae atau jacamar, kelompok burung tropis khas Amerika Tengah dan Selatan. Burung jacamar dikenal memiliki paruh panjang, kebiasaan memakan serangga, dan warna bulu yang sering tampak mengilap. Bentuk tubuh mereka juga sering dianggap mirip perpaduan antara burung raja udang dan burung pemakan serangga kecil lainnya.

Sebagian besar spesies jacamar hidup di hutan tropis yang masih lebat dan jarang terlihat di area terbuka. Kelompok burung ini memiliki perilaku berburu yang cukup khas dibanding burung pemakan serangga lainnya. Keunikan bentuk tubuh dan kebiasaannya membuat jacamar menarik untuk dipelajari dalam dunia ornitologi.

White-eared Jacamar merupakan burung tropis unik yang memiliki perpaduan warna gelap mengilap dan kemampuan berburu yang efektif. Kehidupannya di hutan Amazon menunjukkan pentingnya ekosistem hutan hujan bagi keberlangsungan berbagai spesies burung eksotis Amerika Selatan. Dari paruh panjang hingga kebiasaan berburu dari tempat bertengger, White-eared Jacamar menjadi salah satu burung kecil paling menarik di kawasan Amazon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team