Horyuji membiarkan kita melihat masa lalu Jepang lewat kayu dan atap yang masih berdiri setelah lebih dari seribu tahun. Kompleks ini terletak di Nara dan memuat beberapa bangunan kayu tertua yang masih ada di dunia, sehingga menjadi saksi bisu awal mula arsitektur Buddha di Jepang. Melansir dari laman UNESCO, sebelas struktur di area Horyuji berasal dari akhir abad ketujuh hingga abad kedelapan dan dinilai sebagai warisan dunia karena nilainya yang luar biasa.
Kesan pertama saat mengunjungi Horyuji sering kali adalah rasa takjub pada proporsi dan detail kayu yang halus. Situs resmi Horyuji juga menegaskan bahwa banyak bagian di kompleks ini dibangun kembali setelah kebakaran awal namun penataan dan tekniknya tetap memotret gaya Asuka. Informasi resmi dari pengelola candi memberi konteks penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana bangunan ini bertahan hingga kini.
