Jauh sebelum dunia mengenal istilah vaksinasi, penyakit cacar atau smallpox adalah monster menakutkan yang menghantui peradaban. Wabahnya menyebar tanpa ampun, merenggut nyawa jutaan orang dan meninggalkan bekas luka permanen bagi mereka yang selamat. Di tengah keputusasaan itu, seorang dokter desa di Berkeley, Inggris, bernama Edward Jenner, melakukan sesuatu yang tidak biasa: ia mendengarkan cerita rakyat dengan telinga seorang ilmuwan.
Pada akhir abad ke-18, di tengah praktik medis yang masih sangat terbatas, Jenner justru menemukan kunci untuk melawan cacar dari sumber yang tak terduga. Ia tidak bersembunyi di laboratorium canggih, melainkan di tengah masyarakat pedesaan. Pengamatannya yang jeli terhadap para pemerah susu sapi membawanya pada sebuah perjalanan ilmiah yang selamanya akan mengubah sejarah kesehatan manusia dan menjadi fondasi bagi ilmu imunologi modern.
